Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/143887Full metadata record
| DC Field | Value | Language |
|---|---|---|
| dc.contributor.advisor | Duldjaman, maman | - |
| dc.contributor.advisor | Herman, Rachmat | - |
| dc.contributor.author | Rohaedin, Dedin | - |
| dc.date.accessioned | 2024-03-27T05:28:09Z | - |
| dc.date.available | 2024-03-27T05:28:09Z | - |
| dc.date.issued | 1983 | - |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/143887 | - |
| dc.description.abstract | Penelitian ini dilakükan di Laboratorium Produksi Ternak Daging dan Kerja Jurusan Ilmu Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor. Waktu penelitian dari tanggal 5 April sampai tanggal 23 Juni 1983. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh perbedaan cara pemberian ransum terhadap bagian-bagian tubuh yang dapat dikonsumsi pada kelinci jantan lokal serta pertumbuhan nisbi dari bagian-bagian tubuh yang dapat dikonsumsi. Tiga puluh ekor kelinci jantan lokal dibagi menjadi tiga kelompok yang sama. Kelompok I diberi perlakuan ransum terdiri atas rumput lapangan ad-libitum dan konsentrat terbatas selama enam minggu. Kelompok II diberi ransum rumput lapangan adlibitum dan konsentrat terbatas selama tiga minggu pertama dan diberi ransum rumput lapangan terbatas serta konsentrat ad-libitum selama tiga minggu berikutnya, Kelompok III diberi ransum rumput lapangan terbatas dan konsentrat ad-libitum selama enam minggu. Setelah enam minggu, kelinci dipotong dan diseksi un- tuk mendapatkan data bagian-bagian tubuh yang dapat dikon- sumsi. Data dianalisa dengan menggunakan Analisis Peragam (Analysis of Covariance). Hasil penelitian ini adalar sebagai berikut: 1. Kelinci pada kelompok I tumbuh lambat (rataan pertambah an bobot badan 3.68 g/ekor/hari dan laju pertumbuhannya 20.76%), pada kelompok II tumbuh lambat kemudian cepat (rataan pertambahan bobot badan 3.818.75 g/ekor/hari dan laju pertumbuhannya 12.26 20.97 persen) dan pada kelompok III tumbuh cepat (rataan pertambahan bobot ba- dan 6.05 g/ekor/hari dan laju pertumbuhannya 27.71 %). . Perbedaan cara pemberian ransum pada kelinci jantan lo- kal dengan hasil pertambahan bobot badan dari 3.68 sam- pai 8.75 g/ekor/hari, tidak menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap bobot karkas (36.47, 39.73 dan 39.47% dari bobot hidup), total bagian tubuh yang dapat dikon- sumsi (46.85, 46.53 dan 48.17%), bagian yang dapat di- konsumsi pada karkas (27.78, 28.34 dan 30.27%), bagian yang dapat dikonsumsi selain pada karkas (19.07, 18.20 dan 17.90%), bagian yang dapat dikonsumsi pada kepala (4.81, 4.51 dan 3.96%), bobot total lemak (2.72, 3.65 dan 3,48 %)…dst | id |
| dc.language.iso | id | id |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.subject.ddc | Pengaruh perbedaan Cara Pemberian ransum Terhadap bagian tubuh Yang Dapat Di konsumsi Pada Kelinci Jantan Lokal | id |
| dc.title | Pengaruh perbedaan Cara Pemberian ransum Terhadap bagian tubuh Yang Dapat Di konsumsi Pada Kelinci Jantan Lokal | id |
| dc.type | Undergraduate Thesis | id |
| Appears in Collections: | UT - Animal Production Science and Technology | |
Files in This Item:
| File | Size | Format | |
|---|---|---|---|
| D83DRU.pdf Restricted Access | 13.38 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.