Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/142706
Title: Pengembangan Bisnis Berbasis Masyarakat Sebagai Upaya Restorasi Mangrove di Kabupaten Banyuasin Sumatra Selatan
Other Titles: Community Based Business Development for Mangrove Restoration in Banyuasin Regency South Sumatra
Authors: Purnomo, Heri
Ilham, Qori Pebrial
Majid, Ranti Gasela
Issue Date: 20-Mar-2024
Abstract: Kerusakan hutan mangrove terus-menerus akan berdampak negatif bagi lingkungan dan masyarakat pesisir. Restorasi mangrove yang mencakup upaya meningkatkan pendapatan masyarakat menjadi penting. Penelitian ini menganalisis penyebab dan dampak kerusakan mangrove, menilai persepsi dan tingkat pengetahuan masyarakat, mengidentifikasi potensi bisnis, juga merancang model bisnis dan menganalisis kelayakan finansialnya. Penelitian dilakukan di Desa Sungsang IV dan Desa Marga Sungsang, Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan diskusi kelompok terfokus. Analisis data dilakukan menggunakan Kanvas Model Bisnis, analisis finansial dan analisis SWOT. Penyebab kerusakan mangrove adalah tingginya aktivitas antropogenik dengan dampak yang dirasakan masyarakat adalah banjir dan berkurangnya hasil tangkapan nelayan. Potensi ekowisata mangrove dikembangkan menjadi model bisnis eko-eduwisata mangrove dan wisata kuliner lokal. Bisnis ini layak dijalankan dengan NPV Rp 180.148.622, BCR 1,3, IRR 52,88%, dan PBP 1,7 tahun.
Continuous destruction of mangrove forests will have a negative impact on the environment and coastal communities. Mangrove restoration which includes efforts to increase community income is important. This research analyzes the causes and impacts of mangrove damage, assesses community perceptions and level of knowledge, identifies business potential, also designs business models and analyzes financial feasibility. The research was conducted in Sungsang IV Village and Marga Sungsang Village, Banyuasin Regency, South Sumatra. Data collection was carried out through interviews and focus group discussions. Data analysis was carried out using the Business Model Canvas, financial analysis and SWOT analysis. The cause of mangrove damage is high anthropogenic activity with the impact felt by the community being flooding and reduced fishing catches. The potential for mangrove ecotourism is developed into a business model for mangrove ecotourism and local culinary tourism. This business is financially feasible with an NPV of IDR 180,148,622, BCR 1.3, IRR 52.88%, and PBP 1.7 years.
URI: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/142706
Appears in Collections:UT - Forest Management

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Cover.pdf
  Restricted Access
Cover948.24 kBAdobe PDFView/Open
Full teks.pdf
  Restricted Access
Full text1.37 MBAdobe PDFView/Open
Lampiran.pdf
  Restricted Access
Lampiran336.88 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.