Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/141533| Title: | Infeksi transmamaria larva nematoda |
| Authors: | Atmowisastro, Sanubari Setiawati, Rina |
| Issue Date: | 1988 |
| Publisher: | IPB University |
| Abstract: | Air susu merupakan makanan utama anak hewan yang baru lahir, maka kesehatan anak yang menyusu sangat dipengaruhi oleh kualitas dan kuantitas air susu induknya. Induk yang sedang menyusui hendaknya bebas dari penyakit- penyakit bakteri, virus dan parasit. Salah satu penyakit parasit yang banyak menimbulkan kerugian dan masalah pada hewan adalah cacing Nematoda, karena cara infestasinya sangat bervariasi. Cacing Nematoda terdiri dari bermacam-macam jenis, antara lain Toxocara, Strongyloides, Uncinaria dan Ancylostoma. Keempat jenis cacing tersebut memiliki klasifikasi dan morfologi yang berbeda satu sama lain, meskipun beberapa jenis cacing memiliki habitat yang sama pada induk semangnya. Selain klasifikasi dan morfologinya, ternyata siklus hidup cacing Nematoda juga sangat bervariasi, meskipun secara garis besar banyak persamaannya yaitu dimulai dari telur larva stadium I larva stadium II larva stadim III larva stadium IV - cacing muda cacing dewasa. Sedangkan cara infestasi larva infektif Nematoda dapat melalui empat jalan, yaitu: (1) termakan bersama makanan, (2) penetrasi kulit, (3) infeksi prenatal ketika hewan masih dalam kandungan, (4) infeksi lewat kolostrum atau infeksi laktogenik melalui air susu induk terinfeksi yang diminum oleh anaknya. Dugaan adanya infeksi transmamaria larva Nematoda telah dibuktikan dengan berbagai macam percobaan oleh para ahli pada berbagai jenis hewan. Hasil yang diperoleh ternyata semakin menguatkan dugaan tersebut, karena pada hewan yang masih sangat muda dan mengkonsumsi air susu induknya yang terinfeksi cacing Nematoda didapatkan pula anak tersebut terinfeksi oleh jenis cacing yang sama dengan jenis cacing pada induknya. Usaha pengendalian infeksi Nematoda terutama dengan pencegahan untuk memutuskan siklus hidup pada satu atau lebih stadium cacing dengan menghindari infeksi kembali hewan atau penularan dari satu hewan ke hewan lainnya. Pencegahan dapat dilakukan baik terhadap induk yang sedang bunting, pada induk yang sedang menyusui maupun terhadap anak hewan berusia muda. Berdasarkan penelitian para ahli terhadap beberapa jenis hewan, terbukti adanya infeksi larva Nematoda melalui air susu induk. Infeksi tersebut dianggap penting dalam pemeliharaan kesehatan anak agar memiliki tingkat pertumbuhan dan produktivitas yang maksimal. |
| URI: | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/141533 |
| Appears in Collections: | UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology |
Files in This Item:
| File | Size | Format | |
|---|---|---|---|
| B88rse.pdf Restricted Access | 7.13 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.