Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/141505
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorDjojosudarmo, Suharto-
dc.contributor.advisorNoordin, Muchidin-
dc.contributor.authorSomawathi, Nyoman-
dc.date.accessioned2024-03-13T03:28:31Z-
dc.date.available2024-03-13T03:28:31Z-
dc.date.issued1988-
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/141505-
dc.description.abstractHormon progesteron adalah hormon steroid yang terdiri dari 21 atom carbon dan mempunyai inti cyclopentanoperhydro-phenanthrene. Hormon ini dihasilkan oleh corpus luteum sebagai penghasil utama, disamping itu juga dihasilkan oleh organ-organ tertentu dalam jumlah relatif sedikit misalnya placenta, folike testis, dan kelenjar adrenal. Hormon progesteron yang dihasilkannya akan masuk peredaran darah terus menuju target organ. Salah satu target organ dari hormon ini adalah kelenjar susu. Hormon progesteron yang diserap oleh kelenjar susu langsung akan dimetabolisir. Tinggi rendahnya kadar progesteron dalam plasma darah dan air susu tergantung pada ada tidaknya corpus lu- teum dan besar kecilnya diameter corpus luteum, disamping organ lain sebagai penghasilnya. Pada berbagai tahapan siklus reproduksi kecuali bunting tua kira-kira 12 hari sebelum beranak sampai hewan itu beranak, maka kadar progesteron dalam air susu lebih tinggi dari pada dalam plasma darah. Hal ini disebabkan karena progesteron diserap dan dimetabolisme, dan mungkin ada sedikit sintesa dari progesteron dalam kelenjar susu. Tetapi pada kehamilan tua kira-kira 3 sampai dengan 12 hari sebelum beranak, kadar progesteron dalam air susu lebih rendah dari plasma darah. Hal ini disebabkan kare- na progesteron beserta metabolitnya bertanggung jawab terhadap hambatan lokal sekresi air susu dari sisi luminal epithelium kelenjar susu. Metabolit ini akan berakumulasi dalam sekresi air susu selama kehamilan tua, akan tetapi dapat dipisahkan dengan cara pemerahan setiap saat. Hambatan aktifitas kelenjar susu oleh progesteron dan metabolitnya akan merupakan gertakan terhadap proses laktogenesis (lactogenic trigger). Hal ini menunjukkan, bahwa metabolisme progesteron oleh kelenjar susu mempunyai peranan yang nyata dalam proses homeostasis progesteron. Pada waktu 3 hari sebelum beranak sampai hewan itu beranak kadar progesteron dalam plasma darah maupun air susu akan turun drastis sampai tidak terditeksi, karena hormon tersebut diperlukan untuk proses kelahiran. Kecepatan penyerapan progesteron tergantung pada kecepatan produksi progesteron dan kecepatan menghilangnya progesteron dari peredaran darah (kecepatan metabolic clearance).id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcPengaruh penyerapan progesteron dan metabolitnya oleh kelenjar susu pada kambingid
dc.titlePengaruh penyerapan progesteron dan metabolitnya oleh kelenjar susu pada kambingid
dc.typeUndergraduate Thesisid
Appears in Collections:UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology

Files in This Item:
File SizeFormat 
B88nso.pdf
  Restricted Access
5.45 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.