Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/138691Full metadata record
| DC Field | Value | Language |
|---|---|---|
| dc.contributor.advisor | Nasoetion, Andi Hakim | - |
| dc.contributor.advisor | Juhaeri | - |
| dc.contributor.author | Astuti, Endang Tri | - |
| dc.date.accessioned | 2024-02-15T07:23:21Z | - |
| dc.date.available | 2024-02-15T07:23:21Z | - |
| dc.date.issued | 1992 | - |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/138691 | - |
| dc.description.abstract | Tujuan dasar pembangunan di sektor pendidikan dasar adalah perluasan kesempatan belajar. Di samping itu mutu pendidikan juga terus ditingkatkan, diantaranya melalui penentuan kurikulum nasional, pembinaan sekolah-sekolah dasar, dan pelaksanaan Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional (EBTANAS). Hasil EBTANAS yang berupa NEM, merupakan ukuran akademik murid, yang juga digunakan sebagai dasar penerimaan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Mutu pendidikan seringkali dikaitkan dengan ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan, tingkat kesejahteraan masyarakat, status gizi anak dan kondisi sosial ekonomi daerah/wilayah tempat SD terse- but barada. Eksplorasi terhadap data rata-rata NEM murid SD di Kabupaten Bantul menunjukkan adanya perbedaan tingkat capaian murid-murid SD di daerah urban dan rural. Pengujian nilai tengah atas peubah-peubah penciri semakin memperkuat adanya perbedaan capaian para murid SD di kedua daerah tersebut. Kemudian, penggolongan kembali melalui fungsi diskriminan atas peubah-peubah penciri diperoleh tingkat ketidaksesuaian sebesar 31.00 persen. Penelusuran lebih lanjut atas skor peubah menurut metode penggolongan Biro Pusat Statistik (BPS) atas desa-desa yang mengalami perbedaan penggolongan menunjukkan adanya peranan yang dominan dari jumlah macam fasilitas urban dalam penentuan jumlah skor, sehingga suatu desa tergolong sebagai urban atau rural lebih disebabkan jumlah macam fasilitas urban yang ada pada masing-masing desa tersebut. Sejak tahun 1971, BPS telah mengembangkan metode pengelompokan suatu wilayah desa ke dalam urban(kota) dan rural (desa) berdasarkan pada peubah kepadatan penduduk, persentase rumah tangga tani dan jumlah macam fasilitas urban yang ada pada masing-masing desa. ..dst | id |
| dc.language.iso | id | id |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.subject.ddc | Analisis Perbandingan Mutu Sekolah Dasar Antara Urban dan Rural | id |
| dc.title | Analisis Perbandingan Mutu Sekolah Dasar Antara Urban dan Rural : Studi Kasus di Daerah Bantul | id |
| dc.type | Undergraduate Thesis | id |
| Appears in Collections: | UT - Statistics and Data Sciences | |
Files in This Item:
| File | Size | Format | |
|---|---|---|---|
| G92ETA.pdf | 1.15 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.