Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/136508
Title: Hubungan kebiasaan makan pagi dengan status gizi, kadar HB. dan produktivitas kerja : studi kasus pada tenaga kerja wanita pemetik teh di PT. Perkebunan XVIII (Persero) perkebunan teh Kaligus, Kabupaten Brebes, Propinsi Jawa Tengah
Authors: Santoso, Hartanti
Martianto, Drajat
Yuniarti, Esthi
Issue Date: 1991
Publisher: IPB University
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Kon- sumsi dan tingkat konsumsi energi, protein, zat Besi (Fe), dan vitamin C, (2) Status gizi antropometri dan kadar Hb, (3) Hubungan kebiasaan makan pagi dengan kadar Hb, (4) Hubungan kadar Hb dengan produktivitas kerja, (5) Hubungan kebiasaan makan pagi dengan produktivitas kerja, (6) Hubungan konsumsi energi dengan produktivitas kerja, dan (7) Hubungan status gizi dengan produktivitas kerja tenaga kerja wanita pemetik teh. Contoh yang diteliti adalah tenaga kerja wanita pemetik teh berstatus borong harian berusia antara 20-40 tahun, sudah menikah dan bukan janda, tidak sedang hamil dan menyusui, merupakan keluarga mandiri dengan kondisi sosial ekonomi yang relatif sama, serta termasuk kelas petikan A. Contoh yang memenuhi kriteria dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan kebiasaan makan paginya, yaitu (1) Selalu makan pagi (SMP) yaitu 7 kali/minggu, (2) Kadang-kadang makan pagi (KMP) yaitu 3-4 kali/minggu, dan (3) Tidak pernah makan pagi (TMP), dengan jumlah masing-masing kelompok 20 orang kecuali kelompok KMP sebanyak 17 orang. Jenis data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Data primer meliputi identitas keluarga, pendapatan total dan pengeluran pangan dan non pangan ke- luarga rata-rata sebulan, riwayat kesehatan, dan konsumsi pangan. Pengukuran konsumsi pangan secara kuantitatif di- ambil dengan metode "recall" 24 jam selama 2 hari. Status gizi contoh diukur secara antropometri dengan indikator Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB) dengan mengguna- kan standar baku Harvard, dan secara biokimia gizi dengan indikator kadar Hb yang ditentukan dengan cara Sahli kemu- dian dikalikan faktor 1,1. Pengambilan darah dan penentu- an kadar Hb dilakukan oleh petugas kesehatan setempat. Data sekunder meliputi lokasi dan keadaan geografis, peng- gunaan areal perkebunan, fasilitas dan tenaga kerja yang didapatkan dari Kepala Bagian Administrasi, dan data sis- tem pengupahan serta produktivitas kerja (hasil petikan teh) selama 10 hari didapatkan dari Kepala Bagian Afdeling..dst
URI: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/136508
Appears in Collections:UT - Nutrition Science

Files in This Item:
File SizeFormat 
A91EYU.pdf
  Restricted Access
19.47 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.