Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/136184| Title: | Uji performansi pengeringan benih dengan continuous dryer tipe RDT - 22 C di PT Sang Hyang Seri, Sukamandi |
| Authors: | Irwanto, Abdul Kohar Hanum, Nursasi |
| Issue Date: | 2002 |
| Publisher: | IPB University |
| Abstract: | Faktor penting dalam usaha peningkatan produksi beras salah satunya adalah tersedianya benih padi dalam jumlah dan kualitas yang mencukupi. Proses penyediaan benih unggul ditentukan mulai dari tahap pra panen sampai tahap penanganan pasca panen. Kemurnian benih penjenis atau benih dasar serta benih pokok yang digunakan untuk memproduksi benih sebar serta pengendalian hama dan penyakit merupakan faktor-faktor penting dalam memproduksi benih unggul. Proses pengolahan benih menjadi benih siap salur juga merupakan faktor yang harus diperhatikan agar benih dapat sampai ke tangan petani dalam kondisi yang optimal. Salah satu rangkaian proses pengolahan benih adalah pengeringan. Pada umumnya, petani mengeringkan gabah dengan cara tradisional yaitu dengan menggunakan panas matahari. Kelemahan pengeringan tradisional diantaranya: tergantung cuaca, tergantung pengawasan, memerlukan tempat penjemuran yang luas, mudah terkontaminasi penyakit dan memerlukan waktu yang relatif lama. Untuk mengatasi kelemahan-kelemahan dari pengeringan langsung tersebut, maka diperlukan alat pengering mekanis. Menurut Hall (1957), keuntungan yang dapat diperoleh dari pengering mekanis adalah waktu panen dapat dilakukan lebih awal (pada kadar air yang tinggi) sehingga mengurangi susut hasil di lapangan dan karena kerusakan faktor-faktor alam; memudahkan operasi produksi selanjutnya; perencanaan tenaga kerja dapat lebih baik pada setiap musimnya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan besarnya laju pengeringan, efisiensi sub sistem burner, efisiensi sub sistem pengering, efisiensi sistem keseluruhan, kehilangan panas dari dinding penyalur panas dan dinding pengering, dan kebutuhan energi per kilogram uap air yang diuapkan dalam pengeringan. Serta memberikan acuan kepada perusahaan tentang seberapa efisienkah proses pengeringan yang dilakukan dan agar perusahaan dapat lebih meningkatkan kinerja dalam mengeringkan benihnya. Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah gabah varietas IR-64. Alat yang digunakan adalah pengering tipe kontinyu (continuous dryer) tipe RDT-22 C yang digunakan oleh PT. Sang Hyang Seri, Sukamandi. Dari penelitian ini diperoleh hasil yaitu bahwa suhu gabah yang dikeringkan dalam continuous dryer, menghasilkan suhu yang relatif sama karena menggunakan prinsip sirkulasi yaitu gabah yang dikeringkan disirkulasi dari atas kebawah dengan dibantu conveyor dan elevator pengaduk, hingga mencapai kadar air yang diinginkan. Dengan prinsip tersebut, maka tidak dilakukan pengukuran suhu pada ketebalan tertentu seperti pada box dryer. |
| URI: | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/136184 |
| Appears in Collections: | UT - Agricultural and Biosystem Engineering |
Files in This Item:
| File | Size | Format | |
|---|---|---|---|
| F02nha.pdf Restricted Access | 17.27 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.