Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/135894Full metadata record
| DC Field | Value | Language |
|---|---|---|
| dc.contributor.advisor | Fauzi, Anas Miftah | - |
| dc.contributor.advisor | Yani, Mohamad | - |
| dc.contributor.author | Haripin | - |
| dc.date.accessioned | 2024-01-24T06:25:59Z | - |
| dc.date.available | 2024-01-24T06:25:59Z | - |
| dc.date.issued | 2003 | - |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/135894 | - |
| dc.description.abstract | Minyak tanah merupakan produk hasil proses destilasi minyak bumi yang didominasi oleh alkana, sikloalkana dan aromatik sikloalkana. Pencemaran lingkungan oleh minyak tanah disebabkan karena adanya tumpahan selama proses produksi, transportasi dan rembesan dari tanki penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan konsorsium mikroorganisme berasal dari kotoran kuda yang mampu mendegradasi minyak tanah dan mempelajari pengaruh bioaugmentasi, penambahan surfaktan dan konsentrasi minyak tanah pada bioremediasi lahan tercemar minyak tanah dengan teknologi biopile. Penambahan media mineral pada proses pengembangan konsorsium 463 ml dan 4 liter yang berasal dari kotoran kuda untuk aklimatisasi mikroorganisme indigenous sehingga dapat mempercepat laju degradasi minyak tanah. Laju degradasi pada konsorsium tersebut masing-masing adalah 0,46 dan 0,08 ml minyak/hari. Setelah terjadi proses aklimatisasi, konsorsium pendegradasi diaplikasikan pada tanah tercemar minyak tanah dengan perlakuan bioaugmentasi, biostimulasi dan bioaugmentasi dengan penambahan surfaktan. Laju degradasi minyak tanah pada minggu ke-1 aplikasi biopile yaitu pada proses bioaugmentasi konsentrasi 68,92 g/kg tanah (2,22 g minyak/kg tanah/hari) lebih cepat dibandingkan biostimulasi (1,23 g minyak/kg tanah/hari) dan bioaugmentasi konsentrasi 137,83 g/kg tanah dan bioaugmentasi dengan penambahan surfaktan adalah sama (4,23 g minyak/kg tanah/hari). Sedangkan aplikasi pada minggu ke-2 sampai 8 dimana pada proses bioaugmentasi dengan penambahan surfaktan (1,3 g minyak/kg tanah/hari) lebih cepat dibandingkan bioaugmentasi konsentrasi 137,83 g/kg tanah (1,01 g minyak/kg tanah/hari) dan laju degradasi pada bioaugmentasi dan biostimulasi konsentrasi 68,92 g/kg tanah. masing-masing adalah 0,58 dan 0, 19 g minyak/kg tanah/hari. Persamaan regresi dalam menentukan waktu aplikasi sesuai standard baku mutu (10 g/kg tanah) dimana laju degradasi minyak tanah pada bioaugmentasi konsentrasi 68,92 g/kg tanah (81 hari), bioaugmentasi konsentrasi 137,83 g/kg tanah (93 hari), bioaugmentasi dengan penambahan surfaktan (73 hari) dan biostimulasi konsentrasi 68,92 g/kg tanah (272 hari). Jika terjadi penurunan nilai pH, kenaikan suhu, peningkatan jumlah koloni mikroorganisme dan tingginya proses penguapan pada aplikasi biopile maka laju degradasi semakin baik. Hal tersebut hanya terjadi pada bioaugmentasi dengan penambahan surfaktan dengan laju degradasi tertinggi dibandingkan perlakuan lainnya dan mempunyai waktu aplikasi yang lebih singkat. | id |
| dc.language.iso | id | id |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Mempelajari pengaruh mikroorganisme dari kotoran kuda dan surfaktan pada bioremediasi tanah tercemar oleh minyak tanah dengan metode biopile | id |
| dc.title.alternative | The Effect of Microorganism from Horse Manure and Surfactant on Bioremediation Kerosene of Contaminated Soil by Biopile Method | id |
| dc.type | Undergraduate Thesis | id |
| Appears in Collections: | UT - Agroindustrial Technology | |
Files in This Item:
| File | Size | Format | |
|---|---|---|---|
| F03har.pdf Restricted Access | 2.05 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.