Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/135204
Title: Pengguanaan minyak yang berbeda terhadap laju alir pelet Broiler Finished pada sistem produksi kontinu
Authors: Retnani, Yuli
Herawati, Ludy
Rahmatullah, Nurfauziah
Issue Date: 2005
Publisher: IPB University
Abstract: Penggunaan bahan baku yang tepat selain dapat meningkatkan kualitas produk juga tidak menimbulkan kesulitan dalam penanganannya. Penggunaan minyak sangat umum dalam produksi pelet broiler untuk membantu memenuhi kebutuhan energi broiler yang tinggi. Pemilihan jenis minyak yang digunakan diharapkan dapat meningkatkan kualitas sifat bahan sehingga akan lebih mudah ditangani dan pada akhirnya dapat meningkatkan tingkat produksi pakan. Penelitian ini dilakukan di Bagian Industri dan Makanan Ternak, Departemen Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor. Penelitian berlangsung dari bulan Februari - Juli 2005 yang bertujuan untuk mengetahui kualitas sifat pelet dengan penggunaan sumber minyak yang berbeda. Peubah yang di amati meliputi sudut tumpukan, kerapatan tumpukan, kerapatan pemadatan tumpukan dan laju alir pelet. Sistem produksi yang digunakan yaitu sistem produksi kontinu karena sistem ini lebih efisien dan merupakan sistem yang banyak dipakai dalam pabrik-pabrik besar. Minyak yang digunakan yaitu CPO, minyak sawit dan minyak kelapa, masing- masing digunakan sebanyak 4% per formulasi dan rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap dan apabila terdapat hasil yang nyata akan diuji dengan Uji Lanjut Kontras Ortogonal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan minyak sangat nyata (p<0,01) mempengaruhi sudut tumpukan, kerapatan pemadatan tumpukan dan laju alir, serta secara nyata (p<0.05) mempengaruhi kerapatan tumpukan pelet. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa penggunaan CPO memberikan karakteristik fisik yang baik pada ransum broiler dilihat dari rataan sudut tumpukan yang paling kecil dibanding penggunaan minyak sawit dan minyak kelapa (21,40° vs 29,28 dan 28,519), kerapatan pemadatan tumpukan paling besar (761,33 kg/m³ vs 680.60 kg/m³ dan 664,36 kg/m³) dan laju alir yang paling cepat (543,99 kg/jam vs 435,23 kg/jam dan 436,63 kg/jam). Penggunaan CPO dan minyak sawit menghasilkan pelet dengan kerapatan tumpukan yang lebih besar dibanding minyak kelapa (678,87 kg/m dan 668,87 kg/m³ vs 641.77 kg/m³). Dapat disimpulkan bahwa pelet broiler finisher dengan CPO yang diproduksi pada sistem produksi kontinu yang memiliki nilai laju alir yang paling tinggi dibanding minyak sawit dan minyak kelapa.
URI: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/135204
Appears in Collections:UT - Nutrition Science and Feed Technology

Files in This Item:
File SizeFormat 
D05nfr.pdf
  Restricted Access
16.91 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.