Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/135122
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorHerman, Widya-
dc.contributor.advisorMutia, Rita-
dc.contributor.authorRahman, Yusrijal-
dc.date.accessioned2024-01-18T04:40:53Z-
dc.date.available2024-01-18T04:40:53Z-
dc.date.issued2005-
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/135122-
dc.description.abstractAyam kampung merupakan ayam lokal yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan mempunyai berbagai keunggulan diantaranya mempunyai kualitas daging yang baik dan lebih tahan terhadap penyakit dibandingkan dengan ayam ras. Kendala utama rendahnya produktivitas ayam kampung disebabkan oleh biaya pakan yang semakin mahal. Indonesia merupakan negara kepulauan yang mempunyai potensi besar di bidang perikanan. Salah satu potensi itu adalah ikan rucah. Ikan rucah merupakan hasil ikutan pada saat penangkapan ikan. Tepung silase ikan merupakan bentuk dari pemanfaatan ikan rucah yang mempunyai sifat mudah busuk, harganya murah dan terkadang menjadi limbah. Dari sifat tersebut akan dihasilkan tepung silase ikan yang bernilai ekonomis. Salah satu tujuan dari pemanfaatan limbah ikan menjadi silase ikan adalah pemanfaatan limbah ikan pada saat musim panen raya untuk persediaan ransum ternak pada musim paceklik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian tepung silase ikan terhadap persentase bobot organ dalam ayam kampung dan persentase panjang usus (duodenum, jejenum dan ileum). Penelitian ini dilaksanakan selama 12 minggu dari bulan Juni sampai dengan Oktober 2003 di Lab. Nutrisi Ternak Unggas, Departemen Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Ayam dipelihara mulai umur 4 minggu sampai 12 minggu. Ransum yang diberikan adalah ransum ayam kampung yang merupakan campuran dari ransum broiler starter dan dedak padi dengan perbandingan 1: 1 serta tepung silase ikan (TSI). Perlakuan yang diberikan sebanyak empat perlakuan yaitu ransum kontrol yang menggunakan 100% ransum ayam kampung (campuran ransum broiler starter dengan dedak padi = 1:1) (P1), ransum yang mengandung60% TSI + 40% ransum ayam kampung (P2), ransum yang mengandung 80% TSI + 20% ransum ayam kampung (P3). dan ransum yang mengandung 100% TSI tanpa ransum ayam kampung (P4). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian tepung silase ikan tidak mempengaruhi (P > 0.05) terhadap persentase hati, rempela, jantung, ginjal, limpa, panjang usus (duodenum, jejenum, ileum) ayam kampung.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcAyam Kampungid
dc.subject.ddcIkanid
dc.titlePersentase organ dalam ayam kampung yang diberi tepung silase ikanid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordikan rucahid
dc.subject.keywordtepung silase ikanid
dc.subject.keywordpakanid
dc.subject.keywordorgan dalamid
dc.subject.keywordayam kampungid
Appears in Collections:UT - Nutrition Science and Feed Technology

Files in This Item:
File SizeFormat 
D05yra.pdf
  Restricted Access
4.59 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.