Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/134336
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorSuharsono, Heny-
dc.contributor.advisorSudjarwo-
dc.contributor.authorNurmalan, Rinoto-
dc.date.accessioned2024-01-10T02:40:09Z-
dc.date.available2024-01-10T02:40:09Z-
dc.date.issued1999-
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/134336-
dc.description.abstractInteraksi radiasi surya dengan klorofil dalam proses fotosintesis akan menghasilkan assimilat yang digunakan untuk membentuk bagian-bagian dari tanaman, terdapat hubungan yang linier antara laju pertumbuhan dengan radiasi yang diintersepsi oleh tanaman. Dalam penelitian ini dipelajari prilaku sebaran radiasi (intersepsi radiasi (%), transmisi radiasi (%), absorbsi PAR (%), koefisien penyirnaan), efisiensi penggunaan radiasi, laju pertumbuhan taraman dan laju assimilasi bersih selama pertumbuhan tanaman pada jarak tanam yang berbeda. Analisis data menggunakan analisis regresi dan rancangan acak lengkap dengan satu faktor yaitu jarak tanam. Persen intersepsi dan absorbsi PAR semakin meningkat dengan bertambahnya ILD sampai mencapai ILD maksimum, kemudian turun menjelang panen. Sedangkan persen transmisi radiasi semakin menurun dengan bertambahnya ILD. Adanya perlakuan jarak tanam menyebabkan pengaruh yang nyata terhadap persentase intersepsi, persentase transmisi dan persentase absorbsi PAR. Intersepsi radiasi dan absorbsi radiasi PAR yang tinggi akan meningkatkan produksi bahan kering tanaman dan juga laju pertambahan berat kering tanaman serta laju assimilasi bersih, dan sebaliknya dengan transmisi radiasi. Adanya perlakuan jarak tanam menyebabkan pengaruh yang nyata terhadap ILD, produksi berat kering tanaman dan laju pertambahan berat kering tanaman. Pada jarak tanam yang rapat akan menyebabkan intersepsi radiasi yang diterima tanaman lebih besar dibandingkan dengan jarak tanam y ing renggang, sehingga mempengaruhi produksi berat bahan kering dan laju pertambahan berat kering tanaman pada setiap jarak tanam. Efisiensi penggunaan radiasi tertinggi dalam luasan m² terbesar 16.4 g/l pada jarak tanam 10x10 cm atau 2.1 % dan terendah 2.1 g/MJ atau 0.6% pada jarak tanam 15x20 cm. Sedangkan efisiensi penggunaan radiasi per tanaman terbesar 0.5 g/MJ pada jarak tanam 15x20 cm dan terendah 0.1 g/MI pada jarak tanam 13x1: cm. Umur tanaman ta yang tidak sama ma pada setiap jarak tanam nam pada penelitian ini disebabkan adanya serangan hama dan peryakit tanaman sehingga tanaman cepat mengalami kekeringan dan mati. Produksi tertinggi terdapat pada jarak tanam 10x10 cm sebesar 32 ton/ha, sedangkan jumlah umbi pertanaman terbesar pada jarak tanam 15x20 cm yaitu 4.2 butir umbi/tanamanid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcGeophysicsid
dc.subject.ddcradiationid
dc.titleSebaran radiasi dan efisiensi penggunaan radiasi surya pada tanaman kentang generasi-O (Solanum tuberosum L.) dan interaksinya terhadap pertumbuhan dan produksiid
dc.typeUndergraduate Thesisid
Appears in Collections:UT - Geophysics and Meteorology

Files in This Item:
File SizeFormat 
G99RNU.pdf
  Restricted Access
10.08 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.