Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/134283
Title: Pendugaan total padatan terlarut belimbing manis Averrhoa carambola L. setelah Hot Water Treatment selama penyimpanan dengan model matematika dan jaringan syaraf tiruan
Authors: Suroso
Widuri, Chatarina Wahya Respati Endang
Issue Date: 2004
Publisher: IPB University
Abstract: Belimbing (Averrhoa carambola L) merupakan salah satu jenis buah unggul Indonesia yang dapat dijadikan komoditas ekspor. Tetapi buah ini termasuk komoditas pangan yang mudah rusak sehingga memerlukan penanganan yang tepat. Terdapat berbagai jenis cara untuk mengatasi masalah penurunan mutu buah belimbing selama penyimpanan, yaitu dengan perlakuan panas dan penyimpanan dingin. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan umum untuk menduga laju kenaikan total padatan terlarut selama penyimpanan setelah Hot Water Treatment. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk menyusun model matematika penetrasi panas pada belimbing manis, melihat perubahan mutu total padatan terlarut belimbing manis setelah perlakuan panas selama penyimpanan, menyusun model Arrhenius perubahan mutu belimbing manis selama penyimpanan dengan parameter total padatan terlarut, menduga perubahan total padatan terlarut belimbing manis selama penyimpanan dengan menggunakan jaringan syaraf tiruan, membandingkan hasil pendugaan jaringan syaraf tiruan dengan hasil pendugaan model Arrhenius. Penelitian ini dilakukan mulai bulan Februari 2004 sampai dengan Mei 2004 di Laboratorium TPPHP (Teknik Pengolahan Pangan dan Hasil Pertanian), Laboratorium LBP (Lingkungan Bangunan Pertanian), Departemen Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Hasil penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa dengan suhu media 47°C, pusat belimbing mencapai suhu 46.5°C pada menit ke-31. Hasil pendugaan suhu pusat belimbing manis selama hot water treatment oleh model matematika penetrasi panas (Ball) memiliki error sebesar 1.27% pada sampel 1, 0.59% pada sampel 2 dan 0.80% pada sampel 3. Hubungan antara data hasil pengukuran dan hasil perhitungan model matematika mempunyai koefisien korelasi sebesar 0.9860 pada sampel 1, 0.9955 pada sampel 2 dan 0.9939 pada sampel 3. Hal ini menunjukkan bahwa model penetrasi panas ini layak digunakan. ...
URI: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/134283
Appears in Collections:UT - Agricultural and Biosystem Engineering

Files in This Item:
File SizeFormat 
F04cww.pdf
  Restricted Access
20.42 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.