Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/134280
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorPrastowo-
dc.contributor.authorPamungkas, Widji-
dc.date.accessioned2024-01-10T00:40:19Z-
dc.date.available2024-01-10T00:40:19Z-
dc.date.issued2004-
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/134280-
dc.description.abstractHidroponik adalah pengerjaan atau pengelolaan air yang digunakan sebagai media tumbuh tanaman dan juga sebagai tempat akar tanaman mengambil unsur hara yang diperlukan. Pada sistem hidroponik, budidaya tanaman dilakukan tanpa menggunakan tanah sebagai media tanamnya. Salah satu sistem hidroponik yang ada yaitu Deep Flow Technique (DFT). Deep Flow Technique merupakan sistem hidroponik yang pemberian air nutrisinya dalam bentuk genangan. Tanaman dibudidayakan di atas kolam-kolam yang dialiri larutan nutrisi setinggi 5 sampai 30 cm secara kontinyu dengan akar tanaman selalu terendam di dalam larutan nutrisi. Larutan nutrisi dalam bak nutrisi dipompakan melalui pipa distribusi ke kolam penanaman secara terus-menerus dengan sistem sirkulasi. Tujuan penelitian masalah khusus ini adalah mengevaluasi kinerja jaringan irigasi hidroponik dengan sistem DFT yang meliputi parameter: (1) Koefisien keseragaman irigasi atau nutrisi, (2) Efisiensi irigasi, (3) Produktivitas tanaman, (4) Kebutuhan air tanaman, (5) Biaya irigasi atau nutrisi. Penelitian ini dilaksanakan selama Bulan Juli sampai Agustus 2003 di Parung Farm Bogor. Pengumpulan data primer yang dilakukan antara lain: pengukuran suhu, pengukuran kelembaban udara, pengukuran EC dan pH di kolam dan bak nutrisi, pengukuran jumlah air yang sampai ke dalam bak nutrisi dan jumlah air drainase pada setiap pemberian air irigasi, pengukuran jumlah air yang masuk ke tiap kolam dan jumlah air drainasenya, serta pengumpulan data jaringan irigasinya. Data sekunder yang dikumpulkan adalah data iklim wilayah Parung selama Bulan Juli sampai Agustus 2003, yang meliputi suhu udara, kelembaban udara, persentase penyinaran matahari, dan kecepatan angin rata-rata. Analisis data yang dilakukan adalah sebagai berikut (1) perhitungan kebutuhan air tanaman (ETC, ETa, dan kc), (2) perhitungan keseragaman debit inlet, keseragaman kedalaman aliran, keseragaman konduktivitas listrik larutan nutrisi, keseragaman derajat keasaman larutan nutrisi, keseragaman suhu nutrisi, (3) perhitungan efisiensi irigasi yang meliputi efisiensi penyaluran, efisiensi pemakaian air, dan efisiensi distribusi, (4) perhitungan produktivitas tanaman, (5) analisis kinerja teknis sistem hidroponik DFT, dan (6) perhitungan biaya irigasi atau nutrisi. Efisiensi irigasi pada sistem hidroponik DFT dengan menggunakan kembali air drainase (re-use) untuk irigasi, baik efisiensi penyaluran air irigasi (70.33%-75.43%), efisiensi pemakaian air tiap kolam (33.54%- 97.50%), maupun efisiensi distribusi (70.43%- 71.58%) masih rendah, yaitu kurang dari 90%. ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcKangkungid
dc.titleEvaluasi kinerja jaringan irigasi hidroponik dengan sistem Deep Flow Technique DFT untuk budidaya tanaman kangkung darat (Ipomoea reptans Poir di Parung FARM, Bogorid
dc.typeUndergraduate Thesisid
Appears in Collections:UT - Agricultural and Biosystem Engineering

Files in This Item:
File SizeFormat 
F04wpa.pdf
  Restricted Access
21.5 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.