Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/133778
Title: Penerapan regresi logistik untuk mendeteksi dini resiko terjadinya gagal jantung : studi kasus pasien inap rumah sakit jantung harapan kita Jakarta tahun 2002
Authors: Sumantri, Bambang
Widodo, Setyo
Nugroho, Puguh Agung
Issue Date: 2004
Publisher: IPB University
Abstract: Penyakit jantung merupakan salah satu fenomena yang sangat diperhatikan dalam dunia kedokteran. Kasus ini menjadi aktual ketika penyakit tersebut memiliki kecenderungan untuk mengalami gagal jantung, dan belum ditemukan metode yang berfungsi dalam mendiagnosis secara dini terjadinya kejadian tersebut. Dari 88 jenis penyakit jantung yang dikaji dalam penelitian ini terdapat 32 penyakit jantung yang berperan secara statistik terhadap terjadinya gagal jantung, yaitu Angina Pectoris (AP), Unstable Angina Pectoris (UAP), Acute Myocardial Infarction (MCI), Anterior Wall, Inferior Wall (INFERIOR), NonQ Wave Infarction (NON Q), Old Myocardial Infarction (OLD MCI), IHD, Coronary Arteri Disease (CAD), Esensial Hypertensi (ESENSIAL), Hypertensi Heart Disease (HHD), Hypertensi Heart and Renal Disease (HYPERTENSI), Mitral Insufisiency (MI), Aortic Insufisiency (AI), Tricuspid Insufisiency (TI), Mitral Regurgitasi (MR), Pulmonal Hypertensi Primer (PH PRIMER), Paten Ductus Arteriosus (PDA), Ventricular Septal Defect (VSD), Tetralogy Of Falot (TOF), Atrial Septal Defect (ASD), Cardiomyopaty (CARDIOMYO), Total AV Blok (TAVB), Sinus Ventrikel Tachicardi (SVT), Atrial Febrelasi (AF), Cronic Renal Failure (CRF), TIA, Non Independent Diabetes Millirus (NIDDM), Diabetes Millitus (DM), Coronary Vascular Disease (CVD), Infeksi Paru-paru (INFEKSI), Peripartal Cardiomyopathy (PERIPART). Dari peubah yang terseleksi ini diperoleh informasi bahwa ada 4 jenis penyakit yang dominan berpeluang untuk muncul dan merupakan frekuensi tertinggi terhadap terjadinya kejadian gagal jantung, yaitu Coronary Artery Disease, Hypertensi Heart Disease, Acute Myocardial Infarction dan Anterior Wall. Dalam memutuskan kejadian terjadinya gagal jantung pada seorang pasien, pembuat keputusan disarankan memilih model dengan peluang klasiifikasi keputusan yang menghasilkan kesalahan tipe I yang minimum. Dan jika seorang pembuat keputusan berusaha mengurangi beban psikis pasien yang tidak terkena gagal jantung atas kesalahan mendiagnosis dengan memutuskan gagal jantung maka disarankan untuk memilih peluang klasifikasi pemotongan yang menghasilkan kesalahan klasifikasi II yang minimum. Usia merupakan faktor yang berperan terhadap terjadinya peristiwa gagal jantung. Sehingga dengan melakukan pemodelan kembali pada tiap kelompok umur, menghasilkan peubah yang berperan terhadap terjadinya gagal jantung, kecuali kelompok usia bayi dan sekolah.
URI: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/133778
Appears in Collections:UT - Statistics and Data Sciences

Files in This Item:
File SizeFormat 
G04PAN.pdf
  Restricted Access
1.87 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.