Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/133533
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorKalsim, Dedi Kusnadi-
dc.contributor.authorRaftini, Vikka-
dc.date.accessioned2024-01-02T07:36:37Z-
dc.date.available2024-01-02T07:36:37Z-
dc.date.issued2004-
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/133533-
dc.description.abstractPertumbuhan penduduk yang semakin meningkat telah mendesak manusia untuk melakukan kegiatan seperti membuka lahan hutan untuk dijadikan perumahan atau industri yang akan berdampak pada tingkat bahaya banjir, erosi dan sedimentasi. Dalam rangka mengantisipasi perubahan tata guna lahan yang semakin cepat berubah maka pendugaan terhadap bahaya banjir, erosi dan sedimentasi perlu dipecahkan dengan bijaksana. Salah satu pemecahannya adalah dengan menggunakan pendekatan model yang dapat mensimulasikan tata guna lahan dengan tepat dalam upaya mengurangi erosi dan sedimentasi. Model AGNPS dipilih karena model ini mampu memberi gambaran yang baik melalui perubahan parameter-parameter yang disimulasikan seperti parameter tanah, topografi, tata guna lalıan dan pengelolaan tanah dalam menurunkan erosi dan limpasan. Penelitian ini bertujuan menentukan besarnya erosi tahunan dan mensimulasikan tata guna lahan sehingga dapat ditentukan penggunaan lahan yang terbaik agar dapat menurunkan nilai erosi, sedimentasi dan limpasan. Penelitian dilakukan dengan mengamati Sub Daerah Aliran Sungai Seputih Hulu, Lampung, sebagai wilayah penerapan model AGNPS. Penelitian ini dilakukan sejak bulan Maret hingga bulan Agustus 2004. Alat yang akan digunakan dalam kegiatan penelitian ini adalah seperangkat komputer, peralatan gambar, peralatan hitung dan program komputer utama berupa AGNPS. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah data curah hujan wilayah penelitian, Peta Rupa Bumi Indonesia edisi revisi tahun 1999 Lembar 1010-63 (Citra Landsat Tahun 1996) dan 1010-64 (Citra Landsat Tahun 1999) skala 1: 50 000 dari Bakosurtanal, Peta Satuan Lahan dan Tanah Lembar Kota Agung Sumatera tahun 1989 skala 1: 250 000 dari Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat Bogor. Tahap yang dilakukan pertama kali adalah memasukkan nilai parameter AGNPS yang diperoleh dari data-data kondisi DAS Seputih untuk mendapatkan hasil keluaran berupa erosi dan limpasan. Nilai parameter dari setiap sel yang diperoleh disusun dan dijadikan masukan dalam program AGNPS. Output menghasilkan kondisi awal pendugaan limpasan permukaan, puncak aliran permukaan, erosi dan sedimentasi. Kondisi awal dengan menggunakan curah hujan bulanan sebesar 3 242 mm atau 127.7 inch dan El30 sebesar 2 180.23 m.ton.cm.ha¹.jam¹ (1 279.8 ft.ton.inch.acre jam¹) menghasilkan sedimen (sediment yield) sebesar 1 519 681.0 ton dengan nilai erosi sebesar 74.62 ton.acre¹ tahun (186.55 ton.ha tahun). Nilai sedimentasi tahunan sebesar 30.52 ton.acre¹ tahun¹ (76.3 ton.ha.tahun). Pada kondisi awal dengan menggunakan curah hujan harian periode ulang 25 tahun melalui program RAINBOW menghasilkan curah hujan rata-rata sebesar 8.7 inch dan El30 sebesar 303.57 ft.ton.inch.acre jam. Nilai kedalaman limpasan sebesar 5.5 inch atau 140 mm, puncak aliran permukaan terjadi pada outlet ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcErosiid
dc.subject.ddcModel AGNPSid
dc.titlePendugaan erosi, limpasan dan sedimentasi pada sub das seputih hulu dengan menggunakan model AGNPS Agricultural Non Point Source Pollution Modelid
dc.typeUndergraduate Thesisid
Appears in Collections:UT - Agricultural and Biosystem Engineering

Files in This Item:
File SizeFormat 
F04vra.pdf
  Restricted Access
20.08 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.