Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/133268Full metadata record
| DC Field | Value | Language |
|---|---|---|
| dc.contributor.advisor | Mattjik, A.A | - |
| dc.contributor.advisor | Sumertajaya, I Made | - |
| dc.contributor.author | Afrianty, Wienda | - |
| dc.date.accessioned | 2023-12-21T09:28:02Z | - |
| dc.date.available | 2023-12-21T09:28:02Z | - |
| dc.date.issued | 2004 | - |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/133268 | - |
| dc.description.abstract | Kebijaksanaan subsidi minyak tanah merupakan sebagai usaha untuk membantu rakyat kecil karena minyak tanah digolongkan ke dalam sembilan bahan kebutuhan pokok. Permintaan terhadap minyak tanah merupakan derived demand yaitu untuk memenuhi kebutuhan langsung seperti pangan dan penerangan. Pada penelitian ini dikaji pola penggunaan minyak tanah, sehingga informasi mengenai pola penggunaan minyak tanah akan berguna dalam kebijaksanaan subsidi minyak tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan pola penggunaan minyak tanah pada rumah tangga berdasarkan pengeluaran keluarga per bulan dan ukuran rumah tangga dan melihat pola penggunaan minyak tanah dihubungkan dengan kondisi ekonomi, ketersediaan energi alternatif dan faktor lainnya yang diduga mempengaruhi pola penggunaan minyak tanah pada setiap tipologi desa. Tipologi desa yang ada di wilayah Kabupaten Bogor yaitu tipologi desa kota, desa tak terpencil dan desa terpencil. Data yang digunakan merupakan data primer hasil survei. Pada tipologi desa kota dan desa tak terpencil bahan bakar yang dominan digunakan ialah minyak tanah. Sedangkan di desa terpencil adalah kayu bakar. Di desa tak terpencil dan desa terpencil penggunaan minyak tanah tidak hanya untuk memasak. Minyak tanah cukup banyak digunakan oleh semua lapisan masyarakat di desa kota dan desa tak terpencil. Sedangkan di desa terpencil hanya masyarakat yang memiliki tingkat pengeluaran keluarga per bulan tinggi yang menggunakan minyak tanah. Di semua tipologi desa, konsumsi minyak tanah per keluarga jumlahnya semakin besar dengan semakin meningkatnya tingkat pengeluaran. Konsumsi per keluarga pun jumlahnya semakin besar dengan bertambahnya jumlah anggota keluarga dalam rumah tangga. Sedangkan konsumsi per kapita lebih besar pada keluarga kecil daripada keluarga besar. Sensitivitas harga pada setiap tipologi desa berbeda. Di desa terpencil harga minyak tanah lebih sensitif, sedikit saja perubahan harga maka akan akan berpengaruh terhadap pembelian minyak tanah. Ini menunjukkan bahwa sensitivitas harga di desa terpencil lebih besar dibanding desa kota dan desa tak terpencil. Dari persamaan regresi ingin dilihat apakah volume minyak tanah dipengaruhi oleh faktor ketersediaan cadangan/apakah rumah tangga tersebut menggunakan bahan bakar cadangan atau tidak (X1), jumlah anggota keluarga (X2), tingkat pengeluaran keluarga per bulan (X3) dan harga minyak tanah (X4). Dari hasil regresi ketiga model tersebut memiliki nilai R² yang tidak begitu besar, yang berarti masil. banyak lagi variabel lain di luar model yang mempengaruhi volume pembelian minyak tanah. | id |
| dc.language.iso | id | id |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.subject.ddc | Minyak Tanah | id |
| dc.title | Pola penggunaan mimyak tanah pada rumah tangga;Pola penggunaan minyak tanah pada rumah tangga : Studi kasus:Rumah tangga di kabupaten Bogor | id |
| dc.type | Undergraduate Thesis | id |
| Appears in Collections: | UT - Statistics and Data Sciences | |
Files in This Item:
| File | Size | Format | |
|---|---|---|---|
| G04waf.pdf Restricted Access | 2.17 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.