Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/132665| Title: | Perbandingan metode BMI dan LBMI sebagai indikator status gizi orang dewasa di ibukota provinsi |
| Authors: | Nasoetion, Andi Hakim Pulungan, Zulkarnaen Hardinsyah Sutriyati |
| Issue Date: | 1998 |
| Publisher: | IPB University |
| Abstract: | Dalam upaya memantau dan mewaspadai status gizi orang dewasa diperlukan suatu metode sederhana tetapi mampu mengidentifikasi keadaan kekurangan dan kelebihan berat badan. Metode yang saat ini banyak diterapkan adalah BMI (Body Mass Index = W/H²). Penelitian di Inggris oleh Nevill & Holder, 1995 merumuskan metode LBMI (Lean Body Mass Index H²/W), yang merupakan kebalikan dari BMI. Kelebihan LBMI yaitu memiliki sebaran yang lebih setangkup dibanding sebaran BMI yang menjulur ke kanan, sehingga kesalahan klasifikasi status gizi seseorang menjadi lebih kecil. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan sebaran BMI dan LBMI. Indeks yang lebih baik digunakan sebagai indikator status gizi. Dari indeks yang terpilih dilakukan pendugaan parameter dengan memperhatikan faktor-faktor: jenis kelamin, umur, dan asal daerah (tempat tinggal terakhir selama 10 tahun atau lebih). Sebaran LBMI secara empiris lebih baik dibandingkan sebaran BMI dilihat dari kesetangkupan (bentuk sebaran), koefisien keragaman, dan ukuran kemenjuluran. Sebaran LBMI dapat didekati oleh sebaran Normal, sedangkan BMI paling dekat dengan sebaran Lognormal. Hasil pendugaan parameter dengan metode regresi kekar Tukey adalah 1.90 ± 0.07 untuk laki-laki dan 1.70 ± 0.07 bagi perempuan, nilai-nilai ini berbeda dengan 2 (nilai yang umum dipakai). Hasil analisis statistika ini mendukung alasan biologis yang disampaikan oleh Nevill & Holder untuk menyarankan penggunaan LBMI. Penggunaan parameter yang tepat akan memperkecil kesalahanan penentuan status gizi. Secara umum penduduk kota memiliki masalah kelebihan gizi, hal ini tampak dari besarnya persentase penduduk yang memilki status gemuk tingkat berat, terutama pada perempuan yang berumur 40-49 tahun. Perbedaan umur dan asal daerah juga berpengaruh terhadap pendugaan parameter, hal ini tampak dari nilai penduga parameter yang berbeda-beda untuk masing-masing kelompok. |
| URI: | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/132665 |
| Appears in Collections: | UT - Statistics and Data Sciences |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| G98SUT.pdf Restricted Access | Fulltext | 1.05 MB | Adobe PDF | View/Open |
| G98SUT.pdf Restricted Access | full text | 904.53 kB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.