Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/132327
Title: Karkas dan Potongan Komersial Ayam Backcross Hasil Persilangan Merawang-Pelung dan Pelung-Merawang dengan Tetuanya
Authors: Darwati, Sri
Rahayu HS, Hj. Iman
Dwisepti, Betaria
Issue Date: 2005
Publisher: Bogor Agricultural University (IPB)
Abstract: Indonesia banyak memiliki ternak unggas lokal yang dapat dijadikan sebagai sumber pangan untuk memenuhi kebutuhan protein hewani. Ayam Pelung dan ayam Merawang merupakan salah satu unggas lokal yang dapat dijadikan sebagai penghasil daging. Ayam Merawang merupakan jenis ayam lokal yang dikembangkan di daerah Merawang, Pulau Bangka. Ayam ini memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan sebagai ayam pedaging maupun petelur. Ayam Pelung biasanya hanya dijadikan sebagai hewan peliharaan karena suaranya yang bagus, ternyata juga mempunyai produksi daging yang baik dan pertumbuhan yang lebih cepat dari ayam Kampung lainnya. Kedua swnber genetik ini dapat dimanfaatkan untuk membentuk ayam barn dengan memadukan masing-masing kelebihan dari ayam Merawang dan Pelung. Salah satu cara untuk menggabungkan potensi ya.ig ada dari ayam local tersebut adalah dengan melakukan Backross yaitu menyilangkan atau mengavrinkan individu basil hibrid (F 1) dengan salah satu P (parental). Oleh karena itu diharapkatf dari basil persilangan backross dihasilkan produksi daging yang baik serta persentase karkas yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari interaksi antara jenis persilangan dan jenis kelamin terhadap bobot badan, persentase karkas dan persentase potongan komersial karkas dari ayam Backcross basil persilangan Merawang-Pelung (MP) dan Pelung-Merawang (PM) dengan tetuanya pada umur sembilan minggu. Penelitian ini dilaksanakan selama 14 minggu, yaitu dari akhir bulan Juli sampai bulan Oktober 2004, bertempat di Bagian Laboratorium Lapangan Bagian Ternak Unggas, Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Petemakan, Fakuitas Peternakan, Institut Pertanian Bogor. Ternak yang digunakan sebanyak 48 ekor ayam Backross dari 114 ekor ayam Backcross basil persilangan Merawang-Pelung dan Pelung-Merawang dengan Tetuanya. Persilangan yang diamati pada penelitian ini adalah (1) jantan Pelung X betina Merawang-Pelung (PxMP); (2) jantan Merawang X betina Merawang-Pelung (M."XMP), (3) jantan Pelung X betina Pelung-Merawang (PxPM), (4) jantan Merawang X betina Pelung- Merawang (MxPM), (5) jantan Merawang-Pelung X betina Pelung,(MPxP) (6) jantan Merawang-Pelung X betina Merawang (MPxM), (7) jantan Pelung-Merawang X betina Pelung (PMxP), (8) jantan Pelung-Merawang X betina Merawang (PMxM). Pengambilan sampel dilakukan secara acak sebanyak satu ekor jantan dan betina dari tiap satu ulangan dari masing-masing perlakuan untuk dipotong. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Pola Faktorial 8x2 dengan tiga kali uJangan. Faktor pertama adalah jenis persilangan dan faktor kedua adalah jenis kelamin. Data yang sudah diperoleh <lian.aii.sis dengan menggunakan sidik ragam (ANOVA). Jika terdapat interaksi yang nyata maka dilanjutkan dengan uji Tukey' s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara Jenis persilangan dengan jenis kelamin terhadap bobot badan, persentase karkas dan persentase potongan komersial karkas. Ayam jantan memiliki bobot badan dan potongan paha nyata lebih besar daripada ayam betina Jenis persilangan berpengaruh nyata terhadap rasio daging tulang dada, ayam MxMP nyata (P<0,05) lebih besar daripada PMxP (6,09±1,70 vs 3,37±0,71).
URI: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/132327
Appears in Collections:UT - Animal Production Science and Technology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
D05bdw.pdf
  Restricted Access
Fulltext2.76 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.