Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/132083
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorNelwan, Leopold Oscar-
dc.contributor.authorNitipraja, Prima Agung-
dc.date.accessioned2023-11-14T03:35:53Z-
dc.date.available2023-11-14T03:35:53Z-
dc.date.issued2008-
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/132083-
dc.description.abstractProduk hasil pertanian pada umumnya tidak tahan lama jika disimpan, oleh karena itu membutuhkan upaya penanganan agar daya tahannya lebih lama. Pengeringan merupakan salah satu metode pengawetan produk pertanian sehingga dapat tahan lama disimpan. Pengeringan dapat dilakukan secara langsung dengan bantuan sinar matahari sebagai sumber panas untuk proses pengeringannya. Pengeringan langsung memiliki ketergantungan terhadap cuaca, selain itu jika pengeringan dilakukan di lingkungan yang terbuka akan timbul banyak permasalahan baru yang dapat merusak mutu produk diantaranya kontaminasi dari debu, kotoran, serangga kecil dan hewan-hewan pengganggu lainnya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka dirancang sistem pengering dengan menggunakan kolektor surya pelat datar. Prinsip kerja pengering dengan kolektor surya pelat datar ini adalah dengan menyerap energi panas yang melewati penutup transparan oleh absorber yang berupa pelat hitam. Pada bagian bawah absorber terdapat pipa yang mengalirkan air atau fluida pengkonduksi untuk dipanaskan, yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Tujuan penelitian ini adalah merancang dan membuat alat pengering dengan kolektor surya pelat datar yang menggunakan air sebagai media penyimpan panas untuk pengeringan gabah sehingga proses pengeringan bisa berlangsung kontinyu dan uji unjuk kerja alat pengering hasil rancangan tersebut. Penelitian tentang desain dan pembuatan alat pengering dengan kolektor surya pelat datar ini dibagi menjadi dua tahap, yaitu pertama perancangan dan pembuatan alat pengering, kedua pengujian menggunakan alat pengering yang telah dibuat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode rekayasa (suatu kegiatan rancang bangun) yang tidak rutin, sehingga di dalamnya terdapat kontribusi baru, baik dalam bentuk proses maupun produk/prototipe (Umar, 1994). Alat pengering ini terdiri dari lima sistem utama yaitu: subsistem 1 (kolektor surya), subsistem 2 (heat exchanger), subsistem 3 (kotak pengering), subsistem 4 (bak penampungan air), dan subsistem 5 (tangki pemanas tambahan), ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agriculture University (IPB)id
dc.subject.ddcAgricultural Technologyid
dc.subject.ddcAgricultural and Bio-system Engineeringid
dc.titleRancangan alat pengering dengan kolektor surya pelat datar yang menggunakan air sebagai media penyimpanan panas untuk pengeringan gabahid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordpengering gabahid
dc.subject.keywordalat pengeringanid
Appears in Collections:UT - Agricultural and Biosystem Engineering

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
F08fan.pdf
  Restricted Access
Fultext3.55 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.