Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/130980
Title: Indentifikasi awal kunyit sebagai indikator mutu telor ayam ras mentah secara visual dalam tiga kemasan eceran
Authors: Sutriah, Komar
Setyowati, Krisnani
Anggraeni, Santi Rukminita
Issue Date: 2001
Publisher: IPB University
Abstract: Di Indonesia, telur ayam adalah salah satu protein hewani dengan tingkat konsumsi yang cukup tinggi. Beberapa kelebihan yang dimiliki oleh telur sebagai pangan hewani yaitu kandungan gizi yang cukup lengkap, relatif murah dan mudah didapatkan. Telur juga mengandung hampir seluruh vitamin yang dibutuhkan tubuh kecuali vitamin C. Tetapi kelebihan ini menyebabkan telur mudah mengalami kerusakan baik secara mekanis maupun mikrobiologis. Di Indonesia, standar telur yang digunakan untuk konsumsi belum.diterapkan secara efektif. Konsumen maupun produsen seringkali melihat kualitas dari segi ukuran dan penampakan fisik. Tingkat kebersihan dan kualitas internal belum terlalu dipermasalahkan. Selain itu, konsumen jarang mengetahui ukuran kualitas telur yang dibeli. Secara umum dapat dikatakan bahwa telur memiliki kualitas yang terbaik beberapa saat setelah dikeluarkan dari tubuh hewan penghasil, dan terjadi perubahan mutu seiring dengan bertambahnya umur atau waktu simpan telur. Ada dua cara yang biasa digunakan untuk menilai kualitas telur, yaitu dengan cara peneropongan dan penentuan nilai Haugh Unit. Kedua metode tersebut digunakan untuk menilai kualitas internal telur. Perbedaannya, peneropongan dilakukan secara non destruktif, sedangkan Haugh Unit dilakukan dengan memecah telur. Dalarn penerapannya di Indonesia secara komersil, kedua cara ini dapat dikatakan kurang efektif dan efisien. Sehingga penentuan kualitas telur secara visual non destruktif perlu diteliti. Selama penurunan mutu, telur mengeh.iarkan beberapa zat seperti uap air, amoniak, karbon dioksida, gas nitrogen dan asam sulfida. · Zat-zat tersebut ada yang bersifat basa dan ada yang bersifat asam. Kunyit adalah salah satu tanaman obat-obatan yang umum digunakan sebagai rempah-rempah untuk keperluan pangan maupun non pangan. Kunyit dapat juga digunakan sebagai indikator asam basa. Ki saran pH kunyit 0,01 % dalam alkohol 90 % adalah 7,3-8,7. Diharapkan zat-zat yang dikeluarkan oleh telur selama penurunan kualitas dapat dikombinasikan dengan kunyit, sehingga dapat diperoleh suatu indikator mutu telur secara visual. Penelitian ini secara umum terdiri dari tiga bagian. Bagian pertama adalah penentuan jumlah gas amoniak dan karbon dioksida yang dihasilkan oleh telur selama penyimpanan. Bagian kedua adalah pembuatan trayek pH kunyit dan terakhir adalah uji pemanfaatan kunyit sebagai indikator mutu telur yang dikemas dalam plastik PE, tray plastik dan tray pulp. Pengamatan selama penelitian dilakukan pada hari ke-2, 3, 4, 7, 10 dan 15 untuk bagian pertama dan pada bagian kedlla pada hari ke-7, 19 dan 30. Pada bagian satu,..dst
URI: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/130980
Appears in Collections:UT - Agroindustrial Technology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
F01SRA.pdf
  Restricted Access
Fullteks1.92 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.