Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/130900
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorCahyaningsih, Umi-
dc.contributor.authorSukarno, Agung Bani-
dc.date.accessioned2023-11-07T01:45:54Z-
dc.date.available2023-11-07T01:45:54Z-
dc.date.issued2000-
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/130900-
dc.description.abstractKoksidiosis adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh Protozoa, Subphylum Apicomplexa, genus Eimeria. Penyakit ini menyerang saluran pencernaan ayam dan biasanya paling banyak menyerang unggas. Upaya yang telah dilakukan untuk menanggulangi masalah koksidiosis antara lain penggunaan koksidiostat, vaksinasi, serta sanitasi kandang yang baik tetapi penggunaan koksidiostat ini menimbulkan beberapa kerugian antara lain timbulnya spesies yang resisten terhadap obat yang diberikan dan timbulnya residu didalam daging ayam. Indonesia kaya akan obat-obatan tradisional, salah satunya adalah brotowali. Salah satu khasiat brotowali ialah sebagai antidiare dan antimalaria, maka kemungkinan brotowali digunakan sebagai pengobatan koksidiosis pada ayam cukup besar. Parameter yang dilihat dari penelitian ini ialah differensiasi leukosit. Ayam yang digunakan ialah ayam petelur umur 3 minggu yang diberi berbagai dosis rebusan batang brotowali secara peroral. Kemudian diperiksa darahnya dengan preparat ulas darah tipis kemudian dilihat differensiasi leukositnya Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berbagai dosis rebusan batang brotowali cukup berpengaruh (P<0,05) terhadap perkembangan ookista E. tenella. Hal ini terlihat pada persentase heterofil bahwa pada pemberian brotowali dengan 100 mg/kg bb mampu mengurangi peradangan dibandingkan dengan pemberian koksidiostat. Persentase eosinofil pada pemberian brotowali dan obat tidak menggertak eosinofil dalam darah perifer sedangkan infeksi E. tenella tanpa pengobatan (kontrol positif) merangsang eosinofil. Pada persentase limfosit terlihat pemberian brotowali khususnya dosis 100 mg/kg bb lebih merangsang limfosit daripada koksidiostat. Pada persentase monosit terlihat bahwa koksidiostat maupun brotowali dapat merangsang monosit untuk melakukan pertahanan. Pada persentase basofil terlihat bahwa pemberian brotowali dengan dosis 100 mg/kg bb berperan sama dengan koksidiostat sehingga dapat mengurangi perbarahan.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcVeterinary scienceid
dc.titleDifferensiasi leukosit pada ayam yang diinfeksi dengan eimeria tenella setelah pemberian berbagai dosis rebusan batang brotowali (Tinospora crispa (L) Miers)id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordleukositid
Appears in Collections:UT - Anatomy, Phisiology and Pharmacology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
B00abs.pdf
  Restricted Access
Fultext2.35 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.