Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/130790Full metadata record
| DC Field | Value | Language |
|---|---|---|
| dc.contributor.advisor | Purnamadewi, Yeti Lis | - |
| dc.contributor.author | Putri, Aditya | - |
| dc.date.accessioned | 2023-11-06T08:36:15Z | - |
| dc.date.available | 2023-11-06T08:36:15Z | - |
| dc.date.issued | 2012 | - |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/130790 | - |
| dc.description.abstract | Tujuan penelitian ini adalah: (1) menganalisis penciptaan tenaga kerja langsung dan tidak langsung yang ditimbulkan oleh komponen permintaan akhir sektor industri TPT, (2) menganalisis dampak yang ditimbulkan dari pertumbuhan tenaga kerja sektor industri TPT berdasarkan pengganda tenaga kerja, (3) menganalisis sub-sektor industri TPT mana yang dapat diprioritaskan dalam penyerapan tenaga kerja. Data utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tabel Input- Output Indonesia Tahun 2005 Klasifikasi 175 Sektor dan Tabel Input-Output Indonesia Updating Tahun 2008 Klasifikasi 66 Sektor. Tabel yang menjadi analisis adalah Tabel Transaksi Total Atas Dasar Harga Produsen. Selain itu juga menggunakan data tenaga kerja per sektor ekonomi. Pengolahan data menggunakan Microsoft Office Excel 2007 dengan metode analisis Input-Output. Seara umum, Industri Tekstil dan Produk Tekstil memainkan peran yang cukup besar terhadap perekonomian Indonesia. Sektor ini mempunyai total permintaan sebesar 2,257 persen dari total permintaan sektor ekonomi Indonesia pada tahun 2008. Permintaan terbesar berasal dari konsumsi rumah tangga dan ekspor.Jumlah perusahaan dalam industri TPT pada tahun 2010 sudah mencapai 4.765 perusahaan dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 1.025.964 orang. Kemampuan penyerapan tenaga kerja sektor Industri TPT sebesar 1,067 persen. Diantara enam subsektor Industri TPT, subsektor industri pakaian jadi memiliki persentase penyerapan tenaga kerja yang paling besar, yaitu sebesar 0,507 persen dari total penyerapan tenaga kerja nasional. Industri TPT kurang memiliki kemampuan dalam menciptakan tenaga kerja di industri hulu maupun hilirnya. Karena sebagian besar output industri TPT (dua per tiganya) digunakan untuk memenuhi permintaan akhir. Namun bila diihat dari subsektor pada industri TPT, industri kapuk bersih dan industri permadani, tali, dan tekstil lainnya memiliki koefisien dan kepekaan penyebaran yang tinggi dan dinilai mampu meningkatkan kesempatan kerja. Hasil pengganda tenaga kerja, baik pengganda sederhana maupun pengganda total yang merupakan hubungan efek awal dan efek lanjutan yang disebabkan perubahan output terhadap tenaga kerja pada keseluruhan industri pengolahan maupun pada subsektor industri TPT sendiri sangat kecil. Namun jika ngehitung efek yang terjadi secara langsung dan tidak langsung maka industriindustri pada sektor industri TPT memiliki nilai pengganda lebih dari satu. Hal tersebut berarti industri dilihat dari nilai pengganda tenaga kerja cukup mampu meningkatkan kesempatan kerja di Indonesia. Sektor prioritas yang patut dikembangkan pada industri TPT adalah industri permadani, tali, dan tekstil lainnya dan industri benang. Karena industriindustri ini memiliki nilai rangking pengganda tenaga kerja tertinggi. | id |
| dc.language.iso | id | id |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.subject.ddc | Economics and Development Studies - Economics and Development Studies | id |
| dc.title | Peran Sektor Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) dalam Penyediaan Kesempatan Kerja di Indonesia | id |
| dc.type | Undergraduate Thesis | id |
| dc.subject.keyword | Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) | id |
| dc.subject.keyword | Tenaga Kerja | id |
| dc.subject.keyword | Input-output | id |
| Appears in Collections: | UT - Economics and Development Studies | |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| H12apu2.pdf Restricted Access | Fulltext | 1.27 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.