Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/130174
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorFauzi, Akhmad-
dc.contributor.advisorNababan, Benny Osta-
dc.contributor.authorLukmana, Agung-
dc.date.accessioned2023-11-02T04:18:53Z-
dc.date.available2023-11-02T04:18:53Z-
dc.date.issued2012-
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/130174-
dc.description.abstractTingkat informasi yang dimiliki seseorang terhadap manfaat dan nilai guna suatu sumberdaya alam akan sangat berpengaruh terhadap nilai sumberdaya tersebut. Tujuan peneliti memilih topik valuasi ekonomi adalah untuk mengestimasi nilai sumberdaya secara keseluruhan untuk mengetahui nilai total dari sumberdaya tersebut. Nilai total dari suatu sumberdaya mencakup nilai guna dan non-guna. Nilai guna terdiri dari nilai manfaat langsung dan tidak langsung. Nilai non-guna terdiri dari nilai pilihan, keberadaan, dan pewarisan. Sebelum melakukan valuasi terhadap suatu sumberdaya, kita harus mengidentifikasi seluruh manfaat dan nilai guna sumberdaya tersebut. Setelah kita mengetahui nilai dari seluruh potensi yang dimiliki suatu sumberdaya, tentu kita mendapatkan suatu pemahaman, seberapa besar manfaat yang dapat diberikan sumberdaya tersebut kepada umat manusia. Permasalahan lingkungan yang dihadapi masyarakat Kepulauan Seribu adalah abrasi pantai dan penurunan produktivitas perikanan. Fenomena terkikisnya garis pantai akibat intrusi air laut disebabkan oleh arus gelombang air laut saat terjadi pasang surut air laut. Hal tersebut disebabkan oleh hilangnya hutan mangrove akibat penebangan yang dilakukan pihak yang tidak bertanggung jawab. Abrasi dapat mengurangi luasan pulau-pulau di Taman Nasional Kepulauan Seribu dan menenggelamkan pulau-pulau tersebut. Implikasinya, masyarakat membangun breakwater dan tanggul di sepanjang garis pantai pulau. Penelitian ini memiliki dua tujuan, yaitu 1) Melakukan valuasi nilai ekonomi total hutan mangrove di Pulau Penjaliran Timur, Taman Nasional Kepulauan Seribu, DKI Jakarta 2) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi WTP seseorang terhadap hutan mangrove di Pulau Penjaliran Timur, Taman Nasional Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Valuasi nilai ekonomi total hutan mangrove menggunakan alat analisis data (sotfware) Microsoft Excel 2010, sedangkan analisis faktor terhadap karakteristik dan persepsi responden diolah dengan alat analisis data (software) Minitab 14.1. Berdasarkan tujuan yang pertama, nilai total ekonomi yang diperoleh dari hasil estimasi nilai ekonomi total hutan mangrove Pulau Penjaliran Timur adalah sebesar Rp 520.216.354,51 pada tahun 2011 atau Rp 80.033.285,31 per ha per tahun. Nilai manfaat tidak langsung memberikan kontribusi yang sangat besar dalam penilaian ekonomi total hutan mangrove Penjaliran Timur. Berdasarkan hasil interpretasi analisis faktor-faktor yang mempengaruhi Willingness to Pay (WTP), didapatkan bahwa tingkat pendapatan, pendidikan, umur, dan tingkat informasi mengenai manfaat dan nilai guna hutan mangrove menjadi faktor-faktor yang mempengaruhi WTP terhadap hutan mangrove di Pulau Penjaliran Timur, Taman Nasional Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcEconomics and Development Studie - Resources and Environmental Economicsid
dc.titleValuasi Nilai Ekonomi Total Hutan Mangrove (Kasus Pulau Penjaliran Timur, Taman Nasional Kepulauan Seribu, DKI Jakarta)id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordValuasiid
dc.subject.keywordNilai ekonomi totalid
dc.subject.keywordHutan mangroveid
dc.subject.keywordPenjaliran timurid
dc.subject.keywordAnalisis faktorid
Appears in Collections:UT - Resources and Environmental Economic

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
H12alu.pdf
  Restricted Access
Fulltext2.73 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.