Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/129636
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorPratas, Rachjan G-
dc.contributor.advisorKhotijah, Lilis-
dc.contributor.authorMerdania, Sita-
dc.date.accessioned2023-11-01T02:57:34Z-
dc.date.available2023-11-01T02:57:34Z-
dc.date.issued2004-
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/129636-
dc.description.abstractAmpas teh merupakan limbah agroindustri minuman teh botol yang dapat dijadikan sebagai bahan baku alternatif sumber protein, dengan kandungan protein sebesar 27,42%. Bungkil kedelai dan tepung ikan merupakan sumber protein yang gring digunakan sebagai penyusun pakan ternak, kedua sumber protein ini memiliki Kandungan asam amino. Dalam penelitian ini ampas teh dikombinasikan dengan Kedua sumber protein tersebut sehingga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan asam amino dari ternak. Kelinci merupakan ternak peliharaan yang mampu berkembangbiak dengan cepat, dapat dipelihara dalam skala besar atau kecil serta dapat menggunakan protein tumbuhan secara efisien. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Lapang Ruminansia Kecil, Departemen Ilmu Produksi Temak, Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor. Penelitian ini berlangsung dari bulan Juni-Agustus 2003. Ternak yang digunakan adalah kelinci jantan lokal muda sebanyak 30 ekor dengan bobot badan awal 315±18 gram. Tujuan dan penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui kombinasi terbaik ampas teh sebanyak 50% dalam ransum dengan bungkil kedelai dan tepung ikan terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum, konsumsi air minum dan tingkat mortalitas pada ternak. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 6 ulangan. Ransum yang diberikan dalam bentuk pelet yang mengandung 50% ampas teh dengan level bungkil kedelai dan tepung ikan sebagai berikut: R1 (10% bungkil kedelai, 0% tepung ikan), R2 (7,5% bungkil kedelai, 2.5% tepung ikan), R3 (5% bungkil kedelai, 5% tepung ikan), R4 (2,5% bungkil kedelai, 7.5% tepung ikan), R5 (0% bungkil kedelai, 10% tepung ikan). Data yang diperoleh akan dianalisis dengan ANOVA dan Uji Kontras Ortogonal (Steel and Torie, 1993). Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah konsumsi bahan kering ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum, konsumsi air minum dan mortalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap konsumsi bahan kering, pertambahan bobot badan, konversi ransum, konsumsi air minum dan mortalitas. Rataan konsumsi bahan kering berkisar 99.36±11,57-107,06±16,44 gram/ekor/hari, rataan pertambahan bobot badan berkisar 1277+4,42-18,73±3,75 gram/ekor/hari, rataan konversi ransum berkisar 5,48±0,83- 605+0,74 gram/ekor/hari, konsumsi air minum berkisar 179,5819,55-192,21±10,25 ekor/hari...id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural Universityid
dc.subject.ddcPeternakanid
dc.subject.ddcnutrisiid
dc.subject.ddcpakan ternakid
dc.titlePemberian ransum ampas teh dengan kombinasi bungkil kedelai dan tepung ikan terhadap performan kelinci jantan mudaid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordKelinciid
dc.subject.keywordampas tehid
dc.subject.keywordbungkil kedelaiid
dc.subject.keywordtepung ikanid
dc.subject.keywordkonsumsi ransum,id
Appears in Collections:UT - Nutrition Science and Feed Technology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
D04sme.pdf
  Restricted Access
Fullteks1.75 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.