Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/129418Full metadata record
| DC Field | Value | Language |
|---|---|---|
| dc.contributor.advisor | Abdullah, Luki | - |
| dc.contributor.advisor | Dewi, Panca Dewi | - |
| dc.contributor.author | Syam, Dinie Puspitasari | - |
| dc.date.accessioned | 2023-10-31T23:43:40Z | - |
| dc.date.available | 2023-10-31T23:43:40Z | - |
| dc.date.issued | 2005 | - |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/129418 | - |
| dc.description.abstract | Pastura atau padang penggembalaan merupakan sumber hijauan makanan ternak yang tersedia dalam keadaan segar sebagai pakan ternak dengan harga lebih murah bagi ternak ruminansia. Keterbatasan ketersediaan dan kelestarian hijauan makanan ternak mempengaruhi produktivitas ternak yang digembalakan. Chromolaena odorata merupakan salah satu gulma di padang penggembalaan yang mengandung fosfor organik dan total nitrogen cukup tinggi serta mengandung lignin, ADF dan selulosa yang rendah sehingga mudah tcrdekomposisi dan dapat dijadikan sumber nutrien organik yang berperan dalam memperbaiki kesuburan tanah secara lestari. Kotoran ternak merupakan surnber nitrogen yang dibutuhkan tanaman. Pemanfaatan gulma C. odorata dan kotoran (feses) temak diharapkan dapat menjadi sumber nutrien organik dalam manajemen pemeliharaan pastura. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan sistem manajemen yang dapat mengendalikan gulma C. odorclla di pastura dan dapat meningkatkan pertumbuhan, produktivitas (produksi dan kapasitas tampung), serapan N dan P serta produksi protein rumput Brachiaria humidicola melalui pemanfaatan gulma C. odorata dan kotoran ternak sebagai sumber pupuk organik. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah PO = tanpa perlakuan (kontrol blanko), PC = penambahan mulsa C. odorata (7,2 kg/petak), PF= penambahan feses sapi (21 kg/petak), PC+F = kombinasi mulsa C. odorata (3,6 kg/petak) dan feses sapi ( I 0,5 kg/petak) dan PA = penambahan pupuk anorganik (urea sebanyak 573,3 g/petak dan SP-36 scbanyak 217 g/petak) (kontrol positif). Penambahan pupuk organik (mulsa C. odorata, feses sapi dan kombinasinya) dan pupuk anorganik berpengaruh sangat nyata (P<0,0 1) terhadap pertumbuhan (jumlah stolon primer, jumlah anakan I dan laju pertambahan panjang total stolon primer), produksi biomassa kering (produksi pada panen pertama, produksi pada panen kedua, produksi total dan produksi total akumulatif/tahunan), kapasitas tampung ternak, serapan N dan P serta produksi protein rumput B. humidicola. Penambahan pupuk organik (mulsa C. odorata, feses sapi dan kombinasinya) dan pupuk anorganik berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap jumlah stolon sekunder. | id |
| dc.language.iso | id | id |
| dc.publisher | Bogor Agricultural University (IPB) | id |
| dc.subject.ddc | Feses sapi | id |
| dc.subject.ddc | Bahan organik | id |
| dc.subject.ddc | Pastura | id |
| dc.title | Peningkatan Produktivitas Pastura Melalui Penambaan Bahan Organik Asal Chromolaena odorata dan feses sapi | id |
| dc.type | Undergraduate Thesis | id |
| dc.subject.keyword | Brachiaria humidicola | id |
| dc.subject.keyword | Chromolaena odorata | id |
| dc.subject.keyword | kotoran (feses) sapi | id |
| Appears in Collections: | UT - Nutrition Science and Feed Technology | |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| D05dps.pdf Restricted Access | Fulltext | 2.33 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.