Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/129412Full metadata record
| DC Field | Value | Language |
|---|---|---|
| dc.contributor.advisor | Tjakradidjaja, Anita S. | - |
| dc.contributor.advisor | Permana, Idat G. | - |
| dc.contributor.author | Very, Risnaldi Syofia | - |
| dc.date.accessioned | 2023-10-31T23:39:15Z | - |
| dc.date.available | 2023-10-31T23:39:15Z | - |
| dc.date.issued | 2005 | - |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/129412 | - |
| dc.description.abstract | Nilai kecernaan suatu pakan merupakan salah satu indikator terbaik dari nilai nutrisi. Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengevaluasi kecemaan pakan. Metode Tilley dan Terry telah dilakukan secara ekstensif dalam bidang peternakan. Penggunaan metode ini bertujuan untuk mengetahui nilai fermentabilitas dan kecernaan bahan makanan dengan menggunakan cairan rumen sebagai sumber inokulum. Walaupun metode ini telah banyak diterapkan, namun terdapat beberapa masalah dan kelemahan dalam penggunaannya. Beberapa permasalahan yang ditemukan dari penggunaan cairan rumen sebagai sumber inokulum antara lain (1) sulitnya mempertahankan kondisi anaerob untuk koloni bakteri tanpa menggunakan peralatan rumit, (2) penyediaan dan pemeliharaan ternak berfistula memerlukan biaya yang mahal dan juga terbatasnya jumlah ternak berfistula yang dapat dipelihara, (3) pembuatan lubang fistula pada ternak menimbulkan kontroversi dengan kesejahteraan hewan (animal welfare). Alternatif pengganti yang ditawarkan antara lain dengan menggunakan feses domba sebagai pengganti sumber rnikroba cairan rumen. Tujuan dari penelitian ini secara umum adalah untuk mempelajari pemanfaatan feses domba sebagai alternatif sumber inokulum pengganti cairan rumen didalam metode in vitro. Dua percobaan dilakukan untuk mendapatkan rasio optimum campuran feses domba dengan larutan buffer dan menggunakan rasio tersebut pada beberapa jenis pakan. Rancangan percobaan yang digunakan untuk percobaan pertama adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan pola 4x4 dengan 3 kelompok periode pengambilan feses domba. Faktor A adalah perlakuan lama waktu feses dalam kondisi aerob pada suhu ruang (0, 1, 2, dan 3 jam), sedangkan faktor B adalah perlakuan rasio campuran antara feses domba dcngan larutan buffer ( 1: 10, 1 :20, 1:30 dan 1 :40 b/v). Pad a percobaan kedua juga digunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan pola 8x2x3 dengan 3 kelompok periode pengambiian cairan rumen dan feses domba. Adapun yang menjadi faktor A adalah perlakuan pakan yaitu rumput gajah, rumput lapang, jerami padi, serat sawit, leucaena, gamal, konsentrat 1 dan konsentrat 2. Sedangkan faktor B adalah perlakuan sumber inokulum yaitu cairan feses domba (CFD) dan cairan rumen domba (CRD). Perlakuan lama waktu fermentasi 1, 2 dan 3 jam merupakan faktor C. Peubah yang diamati adalah konsentrasi NH3 dan VFA (volatile fatty acid), koefisien cerna bahan kering (KCBK) dan bahan organik (KCBO). Dari hasil penelitian pertama diketahui bahwa sumber inokulum yang memiliki rasio campuran feses dengan larutan buffer 1:20 (b/v) merupakan yang optimum untuk mengukur kecernaan. Tidak ada pengaruh yang nyata dari perlakuan lama aerob feses pada suhu ruang terhadap peubah yang diamati. Tidak ditemukan adanya interaksi yang berbeda nyata antar faktor pelakuan. Basil percobaan kedua menunjukkan, bahwa tidak ada pengaruh nyata perlakuan sumber inokulum terhadap KCBK dan KCBO. Perlakuan sumber inokulum sangat nyata (P<0,01) mempengaruhi konsentrasi VFA dan NH3. Perlakuan pakan sangat nyata (P<0,01) mempengaruhi KCBK, KCBO, konsentrasi VFA dan NH3. Kcinsentrasi VFA sangat nyata (P<0,01) dipengaruhi oleh perlakuan lama fermentasi. Interaksi antara perlakuan sumber inokulum dan pakan sangat berpengaruh nyata (P<0,01) terhadap KCBO, konsentrasi VFA dan NH3• Interaksi perlakuan pakan dan lama fermentasi sangat berpengaruh nyata (P<0,01) terhadap konsentrasi VF A. Interaksi antara perlakuan sumber inokulum, pakan, dan lama berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsentrasi VFA. Cairan feses domba dapat menggantikan cairan rumen domba dalam proses pengukuran kecernaan dan fermentabilitas bahan makanan. Campuran feses domba dengan larutan buffer buatan optimal yang digunakan dalam metode in vitro Tilley dan Terry adalah I :20 (b/v). | id |
| dc.language.iso | id | id |
| dc.publisher | Bogor Agricultural University (IPB) | id |
| dc.subject.ddc | Feses domba | id |
| dc.subject.ddc | Fermentabilitas | id |
| dc.subject.ddc | In vitro | id |
| dc.title | Pemanfaatan Feses Domba Sebagai Alternatif Sumber Mikroba Pengganti Mikroba Cairan Rumen Didalam Metode Fermentabilitas dan Kecernaan in vitro | id |
| dc.type | Undergraduate Thesis | id |
| dc.subject.keyword | metode in vitro | id |
| dc.subject.keyword | cairan rumen | id |
| dc.subject.keyword | cairan feses domba | id |
| dc.subject.keyword | larutan buffer buatan | id |
| dc.subject.keyword | kecernaan | id |
| Appears in Collections: | UT - Nutrition Science and Feed Technology | |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| D05rsv.pdf Restricted Access | Fulltext | 1.88 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.