Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/128916| Title: | Kecernaan lemak pada Tikus Putih Rattus norvegicus yang diberi pakan dengan sumber serat berbeda |
| Authors: | Toharmat, Toto Sigit, Nur Aeni Noerzihad, Tubagus Qoari |
| Issue Date: | 2004 |
| Publisher: | Bogor Agricultural University |
| Abstract: | Serat pangan mempunyai efek fisiologis yang sangat penting dalam saluran pencernaan seperti mencegah konstipasi, penyakit divertikulosis serta diduga berperan terhadap pencegahan kanker usus besar, penyakit kardiovaskuler dan menurunkan kadar gula darah. Serat baik yang larut maupun yang tidak larut mmpunyai komponen yang bervariasi dan setiap komponennya mempunyai fungsi nutrisi yang berbeda. Oleh karena itu kajian interaksi jenis dan kadar serat dengan utilisasi zat makanan baik pada monogastrik maupun ruminansia perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan beberapa limbah pertanian yang potensial sebagai sumber serat terhadap kecernaan lemak pada monogastrik. Penelitian ini menggunakan 30 ekor tikus putih (Rattus Norvegicus) dengan rataan bobot badan awal 129 28 g. Tikus dikelompokkan berdasarkan bobot badannya. Selanjutnya tikus dialokasikan pada 6 perlakuan dalam Rancangan Acak Kelompok dengan 5 kelompok. Ransum penelitian terdiri dari: ransum tanpa sumber serat (R1), ransum dengan ampas nenas (R2), ransum dengan ampas jahe (R3). ransum dengan ampas teh (R4), ransum dengan ampas teh + onggok (R5). dan ransum dengan ampas teh + kulit rajungan (R6). Parameter yang diamati adalah konsumsi bahan kering, kecemaan bahan kering, kecernaan bahan organik, kecernaan lemak, pertambahan bobot badan, dan efisiensi pakan. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa konsumsi bahan kering dapat dinyatakan pada tingkat normal kecuali tikus yang mendapat ransum serat kasar rendah menunjukkan konsumsi yang rendah. Namun konsumsi bahan kering dan bahan organik yang rendah diimbangi dengan tingginya konsumsi lemak. Nilai kecernaan bahan kering berkisar antara 80,31-85,00%, kecernaan bahan organik berkisar antara $3,88-88,11%, sedangkan kecernaan lemak cukup bervariasi dari ransum ke ransum berkisar antara 67,51-93,70%. Rataan kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik pada semua pakan perlakuan tidak menunjukkan perbedaan yang nyata. Rataan kecernaan lemak pada pakan perlakuan R3 dan R6 lebih rendah (P<0,05) daripada pakan R1. Penggunaan sumber serat yang berbeda menunjukkan pengaruh yang berbeda terhadap konsumsi, kecernaan lemak dan efisiensi pakan. Serat asai ampas jahe, ampas teh, onggok ditambah ampas teh dan ampas teh ditambah kulit rajungan dapat menurunkan kecernaan komponen lemak pakan sebesar 25-35% unit, efisiensi pakan sebesar 35-56% unit, konsumsi lemak sebesar 33-69%, dan meningkatkan konsumsi bauan kering sebesar 30-43% unit, konsumsi bahan organik sebesar 29-43%. |
| URI: | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/128916 |
| Appears in Collections: | UT - Nutrition Science and Feed Technology |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| D04tqn.pdf Restricted Access | Fullteks | 1.68 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.