Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/128721
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorDjuraidah, Anik-
dc.contributor.advisorSyafitri, Utami Dyah-
dc.contributor.authorMuhammad, Reza-
dc.date.accessioned2023-10-27T00:10:45Z-
dc.date.available2023-10-27T00:10:45Z-
dc.date.issued2016-
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/128721-
dc.description.abstractInfeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan penyakit infeksi akut yang menyerang satu atau lebih dari saluran pernafasan. ISPA khususnya pneumonia masih menjadi masalah kesehatan di negara berkembang maupun negara maju, khususnya Balita, karena masih tingginya angka penderita ISPA di negara tersebut. ISPA di Indonesia merupakan penyakit yang sangat sering dijumpai dengan manifestasi ringan sampai berat. Hal ini berdasarkan pada Kementerian Kesehatan tahun 2009 bahwa proporsi kematian Balita yang disebabkan oleh ISPA mencakup 20%-30% dan ISPA menjadi salah satu penyebab utama kunjungan pasien pada sarana kesehatan dengan 40%-60% kunjungan berobat di Puskesmas dan 15%-30% kunjungan di rumah sakit. Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2013 menunjukan bahwa angka prevalensi ISPA dan pneumonia Balita di Indonesia adalah masing-masing sebesar 25% dan 18.5%. Provinsi Jawa Barat menjadi salah satu provinsi yang mendekati angka prevelensi nasional sebesar 24.8% dan 18.5%. Berdasarkan hasil RISKESDAS tersebut perlu dilakukan suatu analisis untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingginya kasus pneumonia balita di Jawa Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan efek spasial pada pemodelan penderita pneumonia Balita dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pneumonia Balita di Jawa Barat dengan pendekatan model otoregresif spasial (SAR), model galat spasial (SEM), dan model spasial umum (GSM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efek spasial berpengaruh terhadap kasus pneumonia Balita di Jawa Barat dan faktor-faktor yang tidak dapat dijelaskan oleh model (error). Regresi spasial dengan pendekatan model spasial umum/General Spatial Model (GSM) lebih baik digunakan dalam memodelkan penderita pneumonia Balita di Jawa Barat. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penderita pneumonia Balita di Jawa Barat adalah persentase Balita laki-laki, persentase penderita Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), persentase bayi mendapat ASI eksklusif, persentase gizi buruk Balita, persentase penduduk bukan perokok, persentase keluarga di pemukiman kumuh, jumlah industri, persentase keluarga pra sejahtera.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agriculture University (IPB)id
dc.subject.ddcMathematics and Natural Sciencesid
dc.subject.ddcStatistics and Data Sciencesid
dc.titlePenentuan faktor yang mempengaruhi Pneumonia Balita di Jawa Barat dengan Regresi Spasialid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordARIid
dc.subject.keywordGSMid
dc.subject.keywordpneumoniaid
dc.subject.keywordspatial regressionid
Appears in Collections:UT - Statistics and Data Sciences

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
G16rmu.pdf
  Restricted Access
Fultext937.58 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.