Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/128527Full metadata record
| DC Field | Value | Language |
|---|---|---|
| dc.contributor.advisor | Priyanto, Rudy | - |
| dc.contributor.advisor | Nuraini, Henny | - |
| dc.contributor.author | Muhibbah, Vina | - |
| dc.date.accessioned | 2023-10-25T15:27:30Z | - |
| dc.date.available | 2023-10-25T15:27:30Z | - |
| dc.date.issued | 2007 | - |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/128527 | - |
| dc.description.abstract | Pengukuran ukuran linear tubuh dan sifat-sifat karkas merupakan cara untuk menilai produktivitas ternak. Bobot badan sapi merupakan indikator produktivitas ternak yang menjadi salah satu ukuran penilaian keberhasilan manajemen pemeliharaan dan penentu harga sapi. Pendugaan bobot badan sapi pada umumnya hanya berdasarkan nilai ukuran linear tubuh sapi tanpa memperhatikan kondisi tubuh sapi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan parameter tubuh dan sifat-sifat karkas sapi potong antar kondisi tubuh yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan di salah satu perusahaan peternakan penggemukan sapi potong yang berada di Dusun Sranten, Desa Pangklungan, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni sampai Agustus 2006. Ternak yang digunakan dalam penelitian ini adalah sapi jantan hasil Inseminasi Buatan (Bos taurus X Bos indicus) sebanyak 25 ekor dan dibagi kedalam 3 kategori skor kondisi tubuh (kurus, sedang, dan gemuk) sebagai perlakuan. Jumlah ulangan sapi yang dipakai dari masing-masing kategori kondisi tubuh adalah 9 ekor (gemuk), 9 ekor (sedang) dan 7 ekor (kurus). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dan data yang diperoleh dianalisa dengan prosedur General Linier Model (GLM). Hasil yang menunjukkan perbedaan nyata diuji lebih lanjut dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi tubuh yang berbeda menghasilkan bobot potong (P<0,05), tebal lemak pangkal ekor (P<0,01), bobot karkas, tebal lemak punggung (P<0,05) dan luas urat daging mata rusuk (P<0,05) yang berbeda. Perbedaan tersebut mengindikasikan bahwa kondisi tubuh memiliki pengaruh yang nyata terhadap bobot hidup sapi karena adanya perbedaan perlemakan dan perdagingan. Ukuran linear tubuh ternak dan persentase karkas tidak berbeda nyata (P>0,05) diantara kondisi tubuh. Ukuran linear tubuh yang sama dikarenakan sapi tersebut sudah mengalami dewasa tubuh dan termasuk dalam kelompok ternak dengan ukuran kerangka yang sama. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi tubuh merupakan faktor yang penting diperhatikan dalam pendugaan bobot badan dan bobot karkas berdasarkan ukuran-ukuran linear tubuh. | id |
| dc.language.iso | id | id |
| dc.publisher | Bogor Agricultural University (IPB) | id |
| dc.subject.ddc | Animal Production | id |
| dc.title | Parameter tubuh dan sifat-sifat karkas sapi potong pada kondisi tubuh yang berbeda | id |
| dc.type | Undergraduate Thesis | id |
| dc.subject.keyword | Skor Kondisi Tubuh | id |
| dc.subject.keyword | Ukuran Linear Tubuh | id |
| dc.subject.keyword | Sifat-Sifat Karkas | id |
| dc.subject.keyword | Bobot sapi potong | id |
| Appears in Collections: | UT - Animal Production Science and Technology | |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| D07vmu.pdf Restricted Access | Fulltext | 612.27 kB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.