Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/127797| Title: | Analisis produksi, konsumsi, dan harga bawang merah Indonesia |
| Authors: | Hartoyo, Sri Tandipayuk, Sri |
| Issue Date: | 2010 |
| Publisher: | Bogor Agricultural University (IPB) |
| Abstract: | Produksi bawang merah belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi domestik baik untuk konsumsi rumah tangga ataupun industri pengolahan makanan sehingga sebagian kebutuhan tersebut harus diimpor. Kondisi tersebut berlangsung terus-menerus dalam waktu yang cukup lama dan sejak tahun 1989, Indonesia telah menjadi negara net importir bawang merah. Permasalahan bawang merah juga menyangkut harganya yang cenderung fluktuatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perkembangan dan faktorfaktor yang mempengaruhi produksi, konsumsi, dan harga bawang merah Indonesia yang dianalisis secara deskriptif dengan tabulasi dan pengolahan data serta persamaan simultan dengan metode Two Stage Least Square (2SLS). Data yang digunakan adalah data sekunder tahun 1989-2008 yang berasal dari Badan Pusat Statistik, Departemen Pertanian, Direktorat Jenderal Hortikultura, laporan serta publikasi terkait penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi bawang merah Indonesia masih berfluktuasi dan tidak responsif terhadap harga bawang merah domestik dalam jangka pendek. Produktivitas dipengaruhi oleh harga bawang merah domestik namun tidak responsif terhadap perubahan harga tersebut. Luas areal panen dipengaruhi oleh harga bawang merah domestik tahun sebelumnya, harga pupuk tahun sebelumnya, harga cabe merah tahun sebelumnya, trend waktu, dan harga tenaga kerja tahun sebelumnya namun tidak responsif terhadap perubahan faktor-faktor yang mempengaruhinya tersebut. Konsumsi bawang merah domestik dipengaruhi dan sangat responsif terhadap perubahan jumlah penduduk dalam jangka pendek. Volume impor bawang merah dipengaruhi harga impor bawang merah tahun sebelumnya, nilai tukar rupiah, GDP tahun sebelumnya, dan volume impor tahun sebelumnya namun tidak responsif terhadap perubahan faktor-faktor yang mempengaruhinya tersebut. Harga bawang merah domestik terus berfluktuasi dari tahun ke tahun dan dipengaruhi secara nyata oleh harga bawang merah impor, nilai tukar rupiah dan harga bawang merah domestik tahun sebelumnya. Harga bawang merah domestik sangat responsif terhadap harga bawang merah impor dalam jangka panjang. Kebutuhan konsumsi yang responsif terhadap jumlah penduduk merupakan suatu hal yang embutuhkan perhatian pemerintah lewat jaminan ketersediaan pasokan. Selain itu harga bawang merah domestik sangat responsif terhadap harga bawang merah impor menuntut pemerintah untuk mengontrol volume bawang merah impor yang masuk ke Indonesia. Karena penetapan tarif tidak lagi efektif untuk digunakan, maka pemerintah dapat menetapkan standar kesehatan bagi bawang merah impor. Hasil analisis yang dilakukan dalam penelitian ini masih bersifat agregat sehingga dapat dilakukan penelitian lanjutan dan dapat dikembangkan dengan mengganti komoditas bawang merah sebagai komoditas yang dianalisis dengan komoditas lain yang lebih beragam. |
| URI: | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/127797 |
| Appears in Collections: | UT - Economics and Development Studies |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| H10sta.pdf Restricted Access | Fulltext | 556.67 kB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.