Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/124597| Title: | Desain Proses Produksi Emping Melinjo |
| Other Titles: | Design Process Production of Emping Melinjo |
| Authors: | Yuliasih, Indah Sugiarto Anissa, Tiara |
| Issue Date: | 2023 |
| Publisher: | IPB University |
| Abstract: | Emping melinjo merupakan komoditi yang potensial di daerah Pandeglang, Banten. Namun emping melinjo di Pandeglang belum memiliki nilai tambah yang signifikan sehingga diperlukan rancangan proses emping melinjo dari sekedar emping melinjo mentah menjadi emping melinjo siap makan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang proses emping melinjo dua varian rasa, yaitu asin original dan pedas manis. Perancangan dilakukan pada dua proses utama, yaitu proses penggorengan dan formulasi bumbu. Penggorengan dilakukan dengan metode open frying. Penggunaan minyak goreng selama proses penggorengan diuji nilai Free Fatty Acid (FFA) untuk mengetahui tingkat kerusakan minyak. Proses penggorengan sebanyak maksimum 15 dengan minyak goreng yang sama, masih layak digunakan berdasarkan uji FFA (kurang dari 3%). Penambahan bumbu dilakukan menggunakan bumbu kering, dengan formula terpilih rasa asin original (C21) dan rasa pedas manis (S22) berdasarkan uji organoleptik. Pengemasan dilakukan dalam kemasan standing pouch berbahan aluminium foil dengan desain yang informatif dan menarik bagi konsumen. Emping melinjo is a potential commodity in Pandeglang, Banten. However, emping melinjo in Pandeglang does not have a significant added value, so it is necessary to make the design process of emping melinjo from just raw emping melinjo to ready-to-eat emping melinjo. This research aims to design a process of emping melinjo two variants of taste, salted original and sweet spicy. The design is performed on two main processes: frying and seasoning formulations. Frying is done using the open frying method. The use of cooking oil during the frying process tests the Free Fatty Acid (FFA) value to determine the degree of oil damage. A maximum of 15 frying processes with the same cooking oil are still viable based on the FFA test (less than 3%). The addition of seasoning is done using dried seasoning, with the selected formula salted original (C21) and sweet spicy (S22) based on organoleptic tests. Packaging is done in an aluminum foil standing pouch package with a design that is informative and attractive to consumers. |
| URI: | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/124597 |
| Appears in Collections: | UT - Agroindustrial Technology |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| Cover.pdf Restricted Access | Cover | 320.26 kB | Adobe PDF | View/Open |
| F34190062_Tiara Anissa.pdf Restricted Access | Fulltext | 753.97 kB | Adobe PDF | View/Open |
| Lampiran.pdf Restricted Access | Lampiran | 529.65 kB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.