Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/124500
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorPurwanto, Moh. Yanuar Jarwadi-
dc.contributor.authorRidha, Muhammad Alvin-
dc.date.accessioned2023-09-03T02:24:19Z-
dc.date.available2023-09-03T02:24:19Z-
dc.date.issued2023-
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/124500-
dc.description.abstractHampir seluruh lahan pertanian di Indonesia berlokasi di perdesaan. Dengan kondisi itu, desa berperan penting untuk menyediakan suplai bahan pangan. Akan tetapi, terdapat kesenjangan antara wilayah perdesaan dan perkotaan. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan perencanaan kawasan agropolitan. Salah satu wilayah pertanian di Indonesia berada di Daerah Irigasi (DI) Cihea. DI Cihea dibangun pada masa pemerintahan kolonial Belanda tahun 1879 sampai tahun 1904 dan mulai digunakan pada tahun 1914. DI Cihea memiliki luas area 5.484 hektar. Penelitian ini bertujuan merencanakan kawasan agropolitan di DI Cihea, Kabupaten Cianjur. Perencanaan kawasan agropolitan dianalisis menggunakan metode digitasi rupa bumi dan analisis dari data-data yang sudah dikumpulkan. Terdapat beberapa penggunaan lahan di DI Cihea, yaitu berupa pertanian tanaman pangan (6.180,29 ha), hutan (5.844,87 ha), kebun/pekarangan (2.807,36 ha), pemukiman (1.574,42 ha), perairan (479,34 ha), serta perdagangan (19,75 ha). Sarana dan prasarana yang terdapat pada DI Cihea adalah seperti jaringan jalan, jaringan irigasi, wilayah perdagangan, terminal, gudang, dan tempat penggilingan padi. Hasil analisis menunjukkan bahwa masih banyak sarana dan prasarana yang perlu dikembangkan.id
dc.description.abstractAlmost all agricultural land in Indonesia is located in rural areas. Under these conditions, the village plays an important role in providing food supplies. However, there is a gap between rural and urban areas. To overcome this, it is necessary to plan agropolitan areas. One of the agricultural areas in Indonesia is in the Cihea Irrigation Area (DI). DI Cihea was built during the Dutch colonial administration from 1879 to 1904 and was put into use in 1914. DI Cihea has an area of 5.484 hectares. This study aims to plan an agropolitan area in DI Cihea, Cianjur Regency. Agropolitan area planning is analyzed using the topographical digitization method and analysis of the data that has been collected. There are several land uses in DI Cihea, namely in the form of food crop agriculture (6.180,29 ha), forests (5.844,87 ha), gardens (2.807,36 ha), settlements (1.574,42 ha), waters (479,34 ha), as well as trade (19,75 ha). Facilities and infrastructure contained in DI Cihea include a road network, irrigation network, trading areas, terminals, warehouses, and a rice mill. The results of the analysis show that there are still many facilities and infrastructure that need to be developed.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePerencanaan Kawasan Agropolitan Berbasis Daerah Irigasi (Studi Kasus Daerah Irigasi Cihea Kabupaten Cianjur)id
dc.title.alternativeAgropolitan Planning Based on Irrigation Area (Case Study of Cihea Irrigation Area, Cianjur Regency)id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordCihea Irrigation Areaid
dc.subject.keywordagropolitan areaid
dc.subject.keywordland useid
dc.subject.keywordfacilities and infrastructureid
Appears in Collections:UT - Civil and Environmental Engineering

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Cover, Lembar Pengesahan, Prakata, Daftar Isi.pdf
  Restricted Access
Cover5.22 MBAdobe PDFView/Open
F44190064_Muhammad Alvin Ridha.pdf
  Restricted Access
Fullteks11.09 MBAdobe PDFView/Open
Lampiran.pdf
  Restricted Access
Lampiran3.7 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.