Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/124062
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorAtabany, Afton-
dc.contributor.advisorPurwanto, Bagus Priyo-
dc.contributor.authorHaryanto, Gito-
dc.date.accessioned2023-08-18T13:41:58Z-
dc.date.available2023-08-18T13:41:58Z-
dc.date.issued2023-08-16-
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/124062-
dc.description.abstractUji Zuriat merupakan salah satu Upaya percepatan produksi bibit untuk menghasilkan bibit pejantan unggul (provenbulls) yang dapat beradaptasi dengan kondisi dan agrokilmat di Indonesia. Uji zuriat merupakan metode yang dilakukan untuk mengevaluasi mutu genetik calon pejantan unggul (CPU) berdasarkan produksi susu anak betinanya (daughter cow/DC). Untuk menghasilkan calon pejantan unggul (CPU) dengan potensi genetik yang dapat diwariskan, dapat dilihat dari performa anak betinanya (daughter cow/DC). Keragaman kondisi wilayah agroklimat merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi performa DC. Calon pejantan diseleksi berdasarkan performa DC. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi performa reproduksi dan produksi Daughter Cow (DC) sapi perah Friesian Holstein (FH) hasil uji zuriat. Penelitian menggunakan pencatatan 636 ekor DC uji zuriat periode III tahun 2017-2020 dari 6 (enam) Calon Pejantan Unggul (CPU) yang terdistribusi semen bekunya di 4 (empat) provinsi yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Performa reproduksi DC yang diamati adalah angka kelahiran, sex ratio, umur kawin pertama, Service per Conception (S/C), lama bunting dan umur beranak pertama. Performa produksi susu yang diamati mencakup produksi susu harian, produksi susu total dan lama laktasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performa reproduksi DC memiliki kualitas yang baik dengan rataan angka kelahiran sebesar 77,48%; Sex ratio yang dihasilkan lebih banyak jenis kelamin jantan sebesar 55,62% dan betina 44,38%; rataan umur kawin pertama sebesar 18,13 ± 4,38 bulan; rataan Service per Conception (S/C) sebesar 1,30 ± 0,63 kali; rataan lama bunting yaitu 275 ± 16 hari dan rataan umur beranak pertama sebesar 28,00 ± 4,63 bulan. Performa produksi susu DC menunjukkan rataan produksi susu harian sebesar 13,71 ± 3,92 kg; rataan produksi susu total sebesar 5.227,15 ± 1.466,10 kg dan rataan lama laktasi yang tercatat adalah 249,94 ± 82,80 hari. Hasil penelitian menyimpulkan rataan performa DC sangat baik, sehingga CPU dapat digunakan sebagai pejantan unggul dalam pengembangan sapi perah di Indonesia.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcPerformaid
dc.subject.ddcReproduksiid
dc.subject.ddcProduksiid
dc.subject.ddcDaughter Cow (DC)id
dc.subject.ddcSapi Perahid
dc.subject.ddcFriesian Holstein (FH)id
dc.subject.ddcHasil Uji Zuriatid
dc.titlePerforma Reproduksi dan Produksi Daughter Cow (DC) Sapi Perah Friesian Holstein (FH) Hasil Uji Zuriatid
dc.typeThesisid
dc.subject.keyworduji zuriatid
dc.subject.keywordfriesian holsteinid
dc.subject.keyworddaughter cowid
dc.subject.keywordproduksi susuid
Appears in Collections:MT - Animal Science

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Cover_Gito Haryanto (D1501202025).pdf
  Restricted Access
Cover1.47 MBAdobe PDFView/Open
Fulltext_Gito Haryanto (D1501202025).pdf
  Restricted Access
Fulltext1.79 MBAdobe PDFView/Open
Lembar Pengesahan_Gito Haryanto (D1501202025).pdf
  Restricted Access
Lembar Pengesahan_Gito Haryanto (D1501202025)1.01 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.