Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/123397| Title: | Teknik Pembiakan, Simbiosis Mikoriza, dan Profil Bioaktif Pohon Ylang Ylang |
| Authors: | Mansur, Irdika Sulistiani, Erina Nugraheni, Yosephin Martha Maria Anita |
| Issue Date: | 2023 |
| Publisher: | IPB University |
| Abstract: | Cananga odorata forma genuina Steenis (ylang-ylang) merupakan tumbuhan yang memiliki banyak kegunaan. Tingginya permintaan pasar akan ylang-ylang perlu didukung oleh informasi tentang teknik kultur jaringannya dan teknik penyediaan tanaman indukan sebagai penyedia bahan eksplan, sehingga produksi metabolit sekunder dapat dilakukan tanpa melakukan penebangan/pemanenan pohon, sehingga biodiversitasnya tetap terjaga. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis metode pengemasan dan lama penyimpanan anakan alam ylang-ylang, menganalisis pengaruh pemberian mikoriza pada pertumbuhan bibit ylang-ylang, menganalisis metode sterilisasi eksplan menggunakan larutan natrium hipoklorit (NaOCl) yang paling sesuai pada tahapan inisiasi eksplan tunas ylang-ylang, menganalisis pengaruh perlakuan pemberian BAP dan NAA pada pertumbuhan kalus ylang-ylang secara in vitro, dan menganalisis kandungan senyawa bioaktif kenanga ylang-ylang. Metode yang digunakan dalam tahap pengemasan dan penyimpanan adalah pengemasan menggunakan koran, diaper, dan dengan media tanam. Anakan alam dikeluarkan dari masing-masing kemasan sesuai lama penyimpanan, ditanam pada pottray berukuran 6 x 10 cm yang disusun dalam boks propagasi. Pada tahap aplikasi mikoriza, dilakukan isolasi spora Claroideoglomus etunicatum, masing-masing 10 spora, diinokulasikan ke akar bibit ylang-ylang dan ditanam pada media zeolit dan tanah dalam pottray berukuran 6 x 10 cm, lalu dipindahkan pada pot berdiameter 13 cm dan tinggi 16 cm. Sebagai pembanding, digunakan media zeolit dan tanah tanpa penambahan mikoriza. Metode penelitian pembentukan kalus ylang-ylang : penyiapan bahan eksplan, sterilisasi, dan induksi kalus menggunakan 24 kombinasi hormon BAP dan NAA. Kalus tersebut diambil 2 hasil terbaik, dianalisis kandungan senyawa biokimianya menggunakan GCMS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengemasan dan penyimpanan selama 3 hari menggunakan media tanamnya dan menggunakan diapers menghasilkan persen hidup dan diameter paling tinggi dibanding lainnya. Anakan alam ylang-ylang mampu bertahan meskipun disimpan selama 5 hari menggunakan media tanam, diapers, maupun koran, asalkan saat pemindahan tetap dijaga kelembabannya agar tetap tinggi (99%). Pemberian mikoriza menggunakan media tanah menunjukkan pertambahan tinggi (4.19 cm), diameter (0.72 mm), jumlah daun (2.6 helai), dan jumlah tunas (0.8) tertinggi dibanding lainnya. Induksi kalus terbaik adalah sterilisasi eksplan dengan larutan natrium hipoklorit (NaOCl) pada konsentrasi 20% (v/v) selama 10 menit dilanjutkan dengan konsentrasi 15% (v/v) selama 20 menit. Skor pembentukan kalus tertinggi eksplan daun : media-23 dan media-24. Kandungan utama senyawa bioaktif kalus ylang-ylang : linalool, benzil benzoate, β-kariofilen. |
| URI: | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/123397 |
| Appears in Collections: | MT - Forestry |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| Cover.pdf Restricted Access | Cover | 526.98 kB | Adobe PDF | View/Open |
| Full text.pdf Restricted Access | Full text | 1.96 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.