Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/118768
Title: Studi interkasi kondisi ekologis dengan produktivitas dan kandungan bahan bioaktif buah tumbuhan obat kapulaga (amomum compactum soland.) di kabupaten banyumas
Authors: Darusman, Latifah K
Siswoyo;
Abisena, Unggul
Issue Date: 2006
Publisher: Bogor Agricultural University (IPB)
Abstract: Kapulaga (A. compactum) sudah dibudidayakan pada beberapa kecamatan di Kabupaten Banyumas; namun produktivitas dan kandungan bahan bioaktif buah kapulaga yang dihasilkannya belum dapat diketahui. Dalam rangka pengembangan kapulaga, baik pada setiap kecamatan maupun sekolah-sekolah di Kabupaten Banyumas, maka penelitian ini perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan (1) Mengetahui interaksi kondisi ekologis dengan produktivitas dan kandungan bahan bioaktif buah kapulaga dan (2) Menganalisis kesesuaian lahan setiap kecamatan sebagai lokasi budidaya tumbuhan obat. Metode penelitian secara garis besar terdiri dari 6 (enam) kegiatan utama, yaitu pengumpulan data sekunder, penentuan lokasi pengambilan sampel, pengukuran produktivitas buah kapulaga, pengambilan sampel buah dan tanah, analisis tanah, dan analisis kandungan bahan bioaktif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas buah kapulaga basah di Kabupaten Banyumas berkisar antara 857-1.155 kg/ha/tahun dan kering berkisar antara 175,32-232,65 kg/ha/tahun, dengan kadar air buah berkisar antara 2,76-10,43%. Produktivitas buah kapulaga dipengaruhi oleh ketinggian tempat dan sifat kimia tanah (C-organik, C/N-rasio, magnesium, dan phospor). Bahan bioaktif yang ditemukan dalam buah kapulaga sebanyak 4 (empat) macam, yaitu minyak atsiri, flavonoid, saponin dan tanin. Jumlah kecamatan yang sesuai untuk pengembangan (budidaya) tumbuhan obat Kapulaga sebanyak 22 kecamatan, dengan rincian 13 kecamatan termasuk sesuai dan 9 kecamatan tergolong sangat sesuai; sedangkan 5 kecamatan tidak sesuai untuk pengembangan kapulaga. Dari hasil analisis kesesuaian terhadap 49 sekolah menunjukkan bahwa sebanyak 37 sekolah mempunyai tingkat kesesuaian sesuai, 7 sekolah sangat sesuai, dan 5 sekolah tidak sesuai untuk pengembangan budidaya tumbuhan obat kapulaga.
URI: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/118768
Appears in Collections:MT - Forestry

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
2006uab.pdf
  Restricted Access
Fulltext2.87 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.