Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/118610| Title: | Peningkatan Produksi Jagung Melalui Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) di Gorontalo |
| Authors: | Harianto Kusnadi, Nunung Sumarno, Jaka |
| Issue Date: | 2015 |
| Publisher: | Bogor Agricultural University (IPB) |
| Abstract: | Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) merupakan suatu metode atau pendekatan dalam upaya peningkatan produktivitas dan efisiensi usahatani melalui perbaikan manajemen budidaya dan perakitan komponen teknologi spesifik lokasi. Penerapan PTT telah dijadikan sebagai salah satu strategi utama pemerintah sampai saat ini dalam rangka peningkatan produksi komoditas tanaman pangan strategis, salah satunya adalah komoditi jagung. Kebutuhan terhadap komoditi jagung saat ini terus meningkat, baik untuk pangan, pakan dan industri, apalagi dengan berkembangnya usaha peternakan di Indonesia akhirakhir ini. Pada masa yang akan datang, Indonesia tidak mustahil akan menggunakan jagung sebagai salah satu bahan baku alternatif untuk industri biofuel. Menyadari peran strategis jagung dan dalam rangka memenuhi kebutuhan jagung nasional, pemerintah berupaya mewujudkan peningkatan produksi jagung melalui penerapan PTT yang telah dilakukan dengan program diseluruh sentra produksi jagung di Indonesia, salah satunya Gorontalo. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengidentifikasi faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi penerapan PTT oleh petani jagung di Kabupaten Gorontalo, (2) Menganalisis pengaruh penerapan PTT terhadap produksi, produktivitas dan efisiensi usahatani jagung pada agroekosistem dataran rendah dan dataran tinggi, (3) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi inefisiensi teknis usahatani jagung dengan penerapan PTT pada agroekosistem dataran rendah dan dataran tinggi, dan (4) Menganalisis keuntungan usahatani jagung dengan penerapan PTT pada agroekosistem dataran rendah dan dataran tinggi. Penelitian dilakukan di salah satu sentra produksi jagung Provinsi Gorontalo, yaitu Kabupaten Gorontalo. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode stratified random sampling terhadap 160 petani. Penelitian dilakukan pada bulan Januari 2015 sampai Mei 2015. Metode analisis faktor sosial ekonomi penentu penerapan PTT oleh petani jagung menggunakan model regresi logistik, analisis fungsi produksi menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglas stochastic frontier. Efisiensi alokatif dan ekonomis dianalisis menggunakan pendekatan dari sisi input dengan fungsi biaya dual frontier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PTT oleh petani jagung dipengaruhi oleh faktor sosial ekonomi yaitu: pendidikan, pengalaman, akses kredit, jarak pemukiman ke pasar output, jarak pemukiman ke sumber teknologi, jarak pemukiman ke lokasi usahatani, dan pendampingan teknologi. Penerapan PTT berpengaruh terhadap peningkatan produksi, produktivitas dan efisiensi usahatani baik pada agroekosistem dataran rendah maupun dataran tinggi. Tingkat produktivitas usahatani jagung dengan penerapan PTT sebesar 5 138 kg/ha atau 61 persen lebih tinggi dibanding non PTT (3 182 kg/ha) pada dataran rendah dan sebesar 4 206 kg/ha atau 31 persen lebih tinggi dibanding non PTT (3 206) pada dataran tinggi. Terdapat perbedaan penggunaan input antara usahatani PTT dan non PTT, dimana penggunaan input PTT relatif lebih tinggi dibandingkan dengan non PTT. Faktor-faktor yang mempengaruhi inefisiensi usahatani jagung dengan penerapan PTT yaitu pendidikan petani dan faktor kelembagaan (frekuensi penyuluhan, keikutsertaan dalam kelompok tani dan akses kredit). Penerapan PTT mampu meningkatkan keuntungan usahatani jagung. Implikasi kebijakan dari penelitian ini adalah bahwa strategi peningkatan produksi dan efisiensi usahatani melalui penerapan PTT perlu terus dikembangkan pada kawasan yang lebih luas karena terbukti mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi usahatani jagung di daerah penelitian. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan penerapan PTT yaitu dengan menjamin terpenuhinya aksesibilitas petani pada sumber-sumber pendukung seperti akses terhadap input produksi melalui penyediaan input (benih, pupuk dan obat-obatan) yang memadai dan penyediaan modal usaha (akses kredit), akses terhadap sumber teknologi, akses pasar, akses ke lokasi usahatani dengan mudah, peningkatan pengetahuan dan keterampilan melalui pelatihan dan pendampingan teknologi. |
| URI: | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/118610 |
| Appears in Collections: | MT - Economic and Management |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| 2015jsu.pdf Restricted Access | Fulltext | 1.09 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.