Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/117750
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorHardjanto, Hardjanto-
dc.contributor.advisorHasanah, Neneng-
dc.contributor.authorRestiyani, Destika-
dc.date.accessioned2023-05-21T04:43:51Z-
dc.date.available2023-05-21T04:43:51Z-
dc.date.issued2023-05-15-
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/117750-
dc.description.abstractWakaf merupakan instrumen ekonomi Islam yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Wakaf untuk pelestarian lingkungan mulai dikembangkan di Indonesia. Padahal sebelumnya wakaf hanya untuk pembangunan masjid, makam, dan madrasah. Contoh wakaf untuk pelestarian lingkungan adalah hutan wakaf yang salah satunya berada di Kabupaten Bogor. Penelitian mengenai hutan wakaf terutama di Kabupaten Bogor belum banyak dilakukan sebab literasi masyarakat mengenai jenis wakaf ini masih terbatas. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, studi pustaka, dan wawancara kepada informan yang terdiri atas pengelola Hutan Wakaf Bogor, BAZNAS, dan kelompok tani. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif dengan teknik analisis menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis kelestarian menurut LEI. Yayasan Hutan Wakaf Bogor menawarkan program pembangunan Hutan Wakaf Bogor melalui penghimpunan donasi dalam bentuk zakat, infak, sadaqah, dan wakaf. Donasi berupa zakat, infak, dan sadaqah digunakan untuk kegiatan pengelolaan dan biaya operasional pengelola Hutan Wakaf Bogor. Adapun donasi berupa wakaf digunakan untuk pengadaan lahan wakaf. Hutan Wakaf Bogor telah berkembang menjadi lima lokasi dengan luas keseluruhan mencapai 9.530 m2. Yayasan Hutan Wakaf Bogor berkolaborasi dengan BAZNAS dan Kementerian Agama RI untuk mengelola Hutan Wakaf secara produktif. Yayasan Hutan Wakaf Bogor menerapkan pengelolaan hutan wakaf dengan konsep agroforestry kompleks yang meliputi agrosilvofishery, agrosilvopasture, apiculture, dan agrisilviculture. Pengelolaan Hutan Wakaf Bogor berorientasi pada hasil selain kayu yakni hasil hutan bukan kayu (HHBK) dan jasa lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan pengelolaan Hutan Wakaf Bogor memenuhi capaian indikator kelestarian hutan dengan nilai indikator baik berjumlah 19, indikator sedang berjumlah 1, dan indikator buruk berjumlah 2.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePeran Wakaf dalam Upaya Melestarikan Usaha Hutan Rakyat di Kabupaten Bogorid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordagroforestryid
dc.subject.keywordBogor Waqf Forestid
dc.subject.keywordcollaborationid
dc.subject.keyworddonationid
dc.subject.keywordforest sustainabilityid
Appears in Collections:MT - Forestry

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Cover_Destika Restiyani_E151190141.pdf
  Restricted Access
Cover1.59 MBAdobe PDFView/Open
Fulltext_Destika Restiyani_E151190141.pdf
  Restricted Access
Fulltext2.57 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.