Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/115543Full metadata record
| DC Field | Value | Language |
|---|---|---|
| dc.contributor.advisor | Mas'yud, Burhanuddin | - |
| dc.contributor.advisor | Hernowo, Jarwadi Budi | - |
| dc.contributor.author | Karim, Fira Rizka | - |
| dc.date.accessioned | 2022-12-14T23:33:03Z | - |
| dc.date.available | 2022-12-14T23:33:03Z | - |
| dc.date.issued | 2022-12 | - |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/115543 | - |
| dc.description | Tugas Akhir Tesis Konservasi Biodiversitas Tropika, Semogah bermanfaat untuk para pembaca | id |
| dc.description.abstract | Burung maleo (Macrocephalon maleo) sebagai jenis burung burrow nester yakni burung pembuat sarang dalam lubang atau liang dan salah satu jenis burung endemik Sulawesi yang berasal dari Famili Megapodiidae. Keunikan burrow nester menyebabkan maleo rentan terhadap perubahan yang terus terjadi terhadap habitatnya dan berdampak pada tekanan populasi burung maleo di alam. Salah satu upaya penyelamatan dan peningkatan populasi burung maleo yakni dengan pengelolaan lokasi peneluran dengan baik. Hungayono merupakan salah satu lokasi peneluran burung maleo yang berada di kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone Gorontalo (TNBNW), yang dijadikan sebagai Sanctuary sebagai suatu bentuk penangkaran burung maleo berupa pengelolaan lokasi peneluran, penetasan telur, pemeliharaan anak maleo dan pelepasliaran anak maleo di habitat alaminya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis standar prosedur operasional dan implementasinya dalam pengelolaan Sanctuary Hungayono, menganalisis manajemen habitat peneluran, penetasan telur semi alami dan tingkat keberhasilan penetasan telur maleo di Sanctuary Hungayono, menganalisis pengelolaan dan tingkat kesejateraan anakan maleo pasca penetasan di Sanctuary Hungayono, menganalisis persepsi dan kesediaan masyarakat dalam mendukung kegiatan konservasi maleo di Sanctuary Hungayono, dan merumuskan strategi pengembangan konservasi maleo di Sanctuary Hungayono. Penelitian ini dilakukan di Sanctuary Hungayono TNBNW Gorontalo. Pengambilan data dilakukan pada bulan Maret - Juli 2021. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan langsung dan wawancara terhadap pihak pengelolaan yakni TNBNW, animal keeper, dan masyarakat sekitar Hungayono. Analisis data menggunakan analisis komponen planning, organizing, actuating dan controlling (POAC) untuk manajemen Sanctuary, analisis deskriptif untuk karakteristik lokasi peneluran dan manajemen penetasan telur maleo, tingkat kesejahteraan anak maleo di Sanctuary dianalisis menggunakan standar penilaian berdasarkan Keputusan Dirjen PHKA Nomor 6/IV-SET/2011 tentang Pedoman Penilaian Lembaga Konservasi. Besarnya nilai WTP ditentukan bidding game, kemudian dihitung nilai rataan WTP. Selanjutnya untuk mengetahui ada-tidaknya hubungan faktor-faktor terkait karakteristik responden dengan besarnya nilai WTP, digunakan regresi linier berganda. Adapun untuk menentukan rumusan strategi pengembangan konservasi maleo dilakukan analisis SWOT. Manajemen lokasi peneluran Hungayono dilakukan berdasarkan prosedur tata kelola lokasi peneluran yang terdiri atas tiga perencanaan yaitu perencanaan lokasi peneluran, perencanaan pengelolaan telur, anak maleo dan hatchery, dan perencanaan pengelolaan kandang habituasi dan isolasi. Kegiatan manajemen lokasi peneluran Hungayono dilakukan oleh keeper yang berjumlah satu orang, yang merupakan salah satu masyarakat lokal. Implementasi manajemen lokasi peneluran maleo Hungayono berdasarkan rumusan dokumen perencanaan yang telah ditetapkan masih kurang, karena masih terdapat beberapa aspek dari segi Perencanaan, Pengorganisasian, Penggerakkan, dan Controling (POAC) yang belum terpenuhi atau dijalankan. Kegiatan perencanaan di Hungayono masih banyak yang belum dilakukan oleh pihak pengelolaan diantaranya kondisi hatchery yang masih belum aman untuk telur dan anak maleo, sumber daya manusia (SDM) yang sedikit, tidak adanya tenaga medis atau dokter, dan masih kurangnya perhatian dari pihak pengelola. Kegiatan pengontrolan Sanctuary Hungayono dilakukan dua kali dalam sebulan oleh pihak TNBNW Gorontalo yang disertakan dengan kegiatan rutin pengamatan keanekaragaman hayati. Hal ini dirasa kurang efektif karena bukan menjadi kegiatan inti dalam pengelolaan Sanctuary maleo dan kegiatan pelaporan Sanctuary maleo yang kurang efektif dalam pelaporan akhir BTNBNW. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lokasi peneluran maleo bersih dari semak, tetapi masih terdapat naungan dari bambu atau pohon. Lokasi peneluran dekat dengan sumber panas bumi dengan struktur tanah bercampur terdiri dari debu, pasir dan tanah. Liang telur alami memiliki rata-rata kedalaman 92.8 cm, lebar 82.7 cm, suhu 32.5 oC, dan kelembaban 90%. Untuk liang telur buatan memiliki rata rata kedalaman 32 cm, lebar 10cm, suhu 32.5 oC, dan kelembaban 90.8%. Lama inkubasi telur maleo secara semi alami adalah 60 sampai 80 hari. Tingkat keberhasilan penetasan telur maleo secara semi alami di Hungayono mencapai 60.18 % dan masuk ke dalam kategori sedang (30-60%). Nilai tingkat kesejahteraan anakan burung maleo yang di Sanctuary Hungayono adalah 49.73 dan tergolong dalam klasifikasi kurang. Aspek pengelolaan kesejahteraan satwa dengan skor paling rendah adalah bebas dari rasa sakit, luka, dan penyakit. Berdasarkan hasil penelitian, masyarakat sekitar Sanctuary Hungayono telah mengetahui bahwa maleo adalah satwa yang dilindungi dan kondisi maleo sudah mulai langka dan sulit untuk ditemui. Berdasarkan hasil penelitian, besarnya rata-rata nilai Willingness to Pay dari masyarakat untuk keperluan perlindungan maleo dan habitatnya adalah Rp 102.466,4. Semakin tua seseorang dan semakin tinggi tingkat pendidikan masyarakat, maka semakin tinggi nilai WTP yang diberikan. Strategi pengembangan konservasi maleo di Hungayono yang dapat dilakukan meliputi strategi pengelolaan Sanctuary, pengelolaan habitat peneluruan, strategi penetasan telur semi alami, pemeliharaan anakan maleo, strategi pengembangan pemanfaatan Sanctuary sebagai lokasi wisata dan pengembangan dukungan masyarakat untuk konservasi maleo dan pengelolaan Sanctuary. | id |
| dc.language.iso | id | id |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Strategi Pengembangan Konservasi Maleo di Sanctuary Hungayono, Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, Gorontalo | id |
| dc.title.alternative | Maleo Conservation Development Strategy at Hungayono Sanctuary, Bogani Nani Wartabone National Park, Gorontalo | id |
| dc.type | Thesis | id |
| dc.subject.keyword | keberhasilan penetasan telur | id |
| dc.subject.keyword | kesejahteraan satwa | id |
| dc.subject.keyword | manajemen lokasi peneluran | id |
| dc.subject.keyword | strategi pengembangan lokasi peneluran, | id |
| dc.subject.keyword | willingness to pay | id |
| Appears in Collections: | MT - Forestry | |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| COVER_FIRA RIZKA KARIM (E351190151).pdf Restricted Access | Cover | 1.58 MB | Adobe PDF | View/Open |
| FULL TEXT_FIRA RIZKA KARIM (E351190151).pdf Restricted Access | Full Text | 2.4 MB | Adobe PDF | View/Open |
| LAMPIRAN_FIRA RIZKA KARIM (E351190151).pdf Restricted Access | Lampiran | 457.45 kB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.