Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/114502| Title: | Prospek Pengembangan Cendana (Santalum album Linn) di Timor-Leste |
| Other Titles: | Prospect of Development Sandalwood (Santalum album Linn) in Timor-Leste |
| Authors: | Rusdiana, Omo Ichwandi, Iin Rojario, Adelino |
| Issue Date: | 2022 |
| Publisher: | IPB University |
| Abstract: | Cendana (Santalum album Linn) merupakan tanaman endemik Timor-Leste yang memiliki nilai ekonomi tinggi karena menghasilkan aroma yang wangi, sehingga perlu dikembangkan guna menyejahterakan masyarakat dan negara. Tujuan umum dari penelitian ini menganalisis prospek pengembangan cendana di Timor-Leste yang mencakup analisis pertumbuhan tanaman, analisis persepsi masyarakat dan identifikasi SWOT untuk pengembangan cendana di Timor-Leste. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan cara membuat Petak Ukur (PU) untuk pengukuran tanaman cendana 6 hektar tahun tanam 2004 dengan intensitas sampling 10% sehingga total PU yang dibuat 15 PU kemudian dilakukan pengukuran tinggi tanaman, keliling dan menghitung jumlah pohon yang di dalam petak ukur kemudian dianalisis deskriptif. Dilakukan juga penyebaran kuesioner kepada kepala keluarga yang berada di sekitar kawasan hutan tanaman yakni 84 kepala keluarga di Desa Maudemo dan Aidabaleten kemudian dilakukan analisis persepsi. Wawancara mendalam dilakukan terhadap para pihak yang berkepentingan dalam pengembangan cendana di Timor-Leste untuk keperluan analisis SWOT. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa rata-rata persen tumbuh tanaman cendana tahun tanam 2004 yang berumur 17 tahun di Desa Maudemo sebesar 58,75% dan tahun tanaman 2017 berumur 4 tahun di Desa Aidabaleten sebesar 50,74%. Sistem silvikultur di Desa Maudemo dilakukan dengan sistem tumpang sari dan di Desa Aidabaleten ditanam di celah-celah vegetasi alami yang ada. Sementara mengenai persepsi masyarakat bahwa masyarakat Desa Maudemo maupun Desa Aidabaleten keduanya mengenal cendana dengan baik yakni 100 % responden, dan mengetahui bahwa cendana memiliki nilai ekonomi tinggi yakni di Desa Maudemo 98% responden dan Desa Aidabaleten 86 % responden. Masyarakat juga memiliki tanah di atas 1 hektar yaitu 88% responden namun belum menanam cendana karena kekurangan sumber daya seperti modal dan benih. Masyarakat butuh subsidi bibit dan insentif serta kredit bank untuk mengembangkan cendana. Dari hasil analisis SWOT IFAS dan EFAS menunjukkan bahwa untuk Kekuatan (Strength) dan Kelemahan (Weaknesses) (SW) = 0,31 dan Peluang (Opportunity) dan Ancaman (Threat) (OT) = 0,32 dengan demikian lembaga memiliki kekuatan dan peluang untuk mengembangkan cendana di Timor-Leste. |
| URI: | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/114502 |
| Appears in Collections: | MT - Forestry |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| Cover, Lembar pengesahan, Prakata, Daftar Isi.pdf Restricted Access | Cover | 2.41 MB | Adobe PDF | View/Open |
| E451198011_Adelino Rojario.pdf Restricted Access | Fullteks | 11.45 MB | Adobe PDF | View/Open |
| Lampiran.pdf Restricted Access | Lampiran | 3.06 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.