Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/108006
Title: Kaji Ulang Sistem Drainase Kawasan Permukiman Kota
Other Titles: Review of Urban Settlement Area Drainage System
Authors: Prastowo
Rizky, Rahmat Fauzan
Issue Date: 2021
Publisher: IPB University
Abstract: Perubahan tata guna lahan menjadi daerah permukiman berdampak terjadinya perubahan pola aliran suatu kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ulang sistem drainase di kawasan permukiman kota, serta untuk menyusun alternatif penanggulangan genangan dan banjir. Hasil analisis debit rencana untuk saluran lateral berkisar 0.06 - 0.32 m3/detik sedangkan untuk saluran kolektor berkisar 1.027 - 1.822 m3/detik. Kondisi fungsional saluran terbangun relatif baik dengan tidak adanya sumbatan pada saluran. Hasil analisis dimensi teoritis saluran lateral yaitu kedalaman saluran (H) berkisar 0.45 – 0.80 m dengan lebar dasar saluran (B) berkisar 0.25 – 0.60 m, sedangkan dimensi saluran kolektor yaitu kedalaman saluran (H) berkisar 1.25 – 1.55 m dengan lebar saluran (B) berkisar 1.05 – 1.35 m. Hasil evaluasi saluran lateral terbangun menunjukkan bahwa beberapa saluran kurang memadai dan tidak memadai, sehingga diperlukan pembersihan sedimen dan peningkatan dimensi saluran lateral. Dimensi saluran kolektor terbangun pada DTA4 dan DTA5 ditingkatkan, sedangkan pada DTA1, DTA2, dan DTA3 perlu dibangun saluran kolektor baru dengan meningkatkan dimensi saluran lateral terbangun. Hasil evaluasi terhadap dimensi gorong-gorong menunjukkan bahwa kapasitas gorong-gorong tidak memadai untuk menampung debit rencana sebesar 6.61 m3/detik. Diperlukan pembangunan satu unit gorong-gorong baru dengan kemiringan dasar gorong-gorong 2%.
Changes in land use into residential areas have an impact on changes in flow pattern of an area. This study aims to review drainage system in urban residential areas, as well as to develop alternatives to inundation and flooding. Results of the design discharge analysis for lateral channel from 0.06 - 0.32 m3/s while for collector channel from 1.027 - 1.822 m3/s. Results of analysis theoretical dimensions of lateral channel are channel depth (H) from 0.45 to 0.80 m with channel width (B) from 0.25 to 0.60 m while collector channel dimensions, channel depth (H) from 1.25 to 1.55 m with channel width (B) from 1.05 – 1.35 m. Functional condition of built canal is relatively good with no blockage in canal. Results of evaluation of built lateral canals showed that some of channels were inadequate and inadequate so that sediment clearance and an increase in dimensions of lateral channels were required. Dimensions of built collector channel in DTA4 and DTA5 are increased, while in DTA1, DTA2, and DTA3 it’s necessary to build a new collector channel by increasing dimensions of the built lateral channel. Results of evaluation dimensions of culvert show that capacity culvert isn’t adequate to accommodate design discharge of 6.61 m3/s. It’s necessary to construct a new culvert unit with 2% slope of bottom culvert.
URI: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/108006
Appears in Collections:UT - Civil and Environmental Engineering

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Cover, Lembar Pernyataan, Abstrak, Lembar Pengesahan, Prakata dan Daftar Isi.pdf
  Restricted Access
Cover1.83 MBAdobe PDFView/Open
Lampiran.pdf
  Restricted Access
Lampiran1.21 MBAdobe PDFView/Open
F44170040_Rahmat Fauzan Rizky.pdf
  Restricted Access
Fullteks5.91 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.