Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/104247
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorHadi, Yusuf Sudo-
dc.contributor.advisorHerliyana, Elis Nina-
dc.contributor.advisorPari, Gustan-
dc.contributor.authorMulyosari, Desy-
dc.date.accessioned2020-12-18T03:23:57Z-
dc.date.available2020-12-18T03:23:57Z-
dc.date.issued2020-
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/104247-
dc.description.abstractKayu yang digunakan di industri saat ini dipasok dari hutan tanaman. Kayu dari hutan tanaman secara umum memiliki sifat fisis dan mekanis yang rendah. Perlakuan furfurilasi dapat meningkatkan sifat fisis dan mekanis tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan kayu sengon (Falcataria moluccana Miq.) dan mangium (Acacia mangium Willd.) dengan sifat fisis dan mekanis yang lebih baik melalui proses impregnasi furfuril alkohol (FA) dan menganalisis ada atau tidaknya ikatan kimia antara FA dengan komponen kayu. Kayu sengon dan mangium divakum pada 600 mmHg selama 30 menit, setelah vakum selesai, larutan FA dimasukkan ke dalam tabung impregnasi kemudian diberikan tekanan sebesar 10 kg/cm2 selama 30 menit. Contoh uji yang telah diimpregnasi kemudian dilapisi alumunium foil dan dimasukkan ke dalam oven bersuhu 103 oC selama 24 jam. Contoh uji diukur banyaknya penambahan berat setelah proses impregnasi (weight percent gain, WPG). Pengujian sifat fisis yang dilakukan pada contoh uji meliputi pengujian kadar air (KA), kerapatan, daya serap air (DSA), pengembangan dan penyusutan volume kayu, serta koefisien anti pengembangan (anti-swelling efficiency, ASwE) dan koefisien anti penyusutan (anti-shrinking efficiency, AShE). Pengujian mekanis berupa modulus of elasticity (MOE), modulus of rupture (MOR), dan kekerasan yang mengacu pada BS 373:1957. Pengujian sifat fisis dan mekanis juga dilakukan pada contoh uji tanpa perlakuan sebagai perbandingan, pengujian dilakukan sebanyak 10 ulangan tiap perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara berurutan kayu sengon dan kayu mangium terfurfurilasi memiliki nilai WPG 46.49% dan 9.14%, KA berkurang sebesar 77.58% dan 66.04%, kerapatan meningkat 34.39% dan 10.07%, DSA berkurang 83.80% dan 75.99%, pengembangan volume berkurang sebesar 71.91% dan 72.46%, penyusutan volume juga berkurang sebesar 57.84% dan 52.72%, nilai ASwE 71.81% dan 71.77%, serta nilai AShE 51.23% dan 53.19%. Sifat mekanis kayu sengon dan mangium terfurfurilasi secara berurutan nilai MOE meningkat sebesar 19.89% dan 35.20%, MOR meningkat 0.90% dan 61.14%, kekerasan kayu sisi radial meningkat 51.35% dan 56.79%, kekerasan sisi tangensial meningkat 38.96% dan 84.58%, kekerasan ujung meningkat 20.00% dan 21.19%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kayu sengon dan kayu mangium terfurfurilasi memiliki sifat fisis dan mekanis yang lebih baik dibanding kayu tanpa perlakuan. Hasil analisis melalui uji X-Ray Diffractometer, Fourier Transform Infra-Red, dan Gas Chromatography-Mass Spectrometry menunjukkan adanya ikatan kimia antara FA dengan kayu.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcForest Product Technologyid
dc.titleSifat Fisis dan Mekanis Kayu Sengon (Falcataria moluccana Miq.) dan Kayu Mangium (Acacia mangium Willd.) Terimpregnasi Furfuril Alkohol.id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordkayu cepat tumbuhid
dc.subject.keywordkayu furfurilasiid
dc.subject.keywordmodifikasi kayuid
dc.subject.keywordsifat fisis kayuid
dc.subject.keywordsifat mekanis kayuid
Appears in Collections:MT - Forestry

Files in This Item:
File SizeFormat 
2020dmu.pdf
  Restricted Access
16.86 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.