Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/102510| Title: | Indeks Stres Tikus Galur Sprague dawley Akibat Kerusakan Ginjal dan Diberi Ekstrak Daun Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus). |
| Authors: | Satyaningtijas, Sismin Aryani Mayasari, Ika Ni Luh Putu Marpaung, Amanda Yunita |
| Issue Date: | 2020 |
| Publisher: | IPB University |
| Abstract: | Stres merupakan reaksi tubuh akibat stressor yang berasal dari dalam tubuh ataupun luar tubuh. Keadaan stres dapat memengaruhi rasio jumlah limfosit dan neutrofil yang dimediasi oleh kenaikan kortisol. Etilen glikol merupakan suatu zat yang termasuk golongan nefrotoksik yang dapat memengaruhi fungsi kerja ginjal. Kerusakan pada ginjal dapat diperbaiki dengan pemberian ekstrak daun kumis kucing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai indeks stres pada tikus yang mengalami kerusakan ginjal dan diberi ekstrak daun kumis kucing (Orthosiphon aristatus). Tiga puluh lima tikus berumur 7 bulan dibagi menjadi 7 kelompok yaitu kelompok 1 kontrol, kelompok 2 perlakuan ekstrak daun kumis kucing selama 7 hari, kelompok 3 perlakuan etilen glikol selama 7 hari, kelompok 4 perlakuan etilen glikol selama 7 hari dan dilanjutkan dengan perlakuan ekstrak daun kumis kucing selama 7 hari, kelompok 5 perlakuan etilen glikol dan ekstrak daun kumis kucing secara bersamaan selama 7 hari, kelompok 6 perlakuan etilen glikol dan ekstrak daun kumis kucing secara bersamaan selama 14 hari kelompok 7 perlakuan etilen glikol dan ekstrak daun kumis kucing secara bersamaan selama 14 hari dan dilanjutkan dengan pemberian sediaan ekstrak daun kumis kucing selama 7 hari dan masing-masing kelompok terdiri atas 5 ekor tikus. Dosis yang digunakan yaitu 245 mg/kg BB ekstrak daun kumis kucing dan 21.43 mg/kg BB etilen glikol. Hasil penghitungan rasio neutrofil dan limfosit dan dianalisis dengan analisis varian satu arah (one way ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan indeks stres dari semua kelompok tikus yang diinduksi etilen glikol serta ekstrak kumis kucing maupun yang tidak diinduksi masih di bawah batasan indeks stres. Hal tersebut menunjukkan bahwa dosis etilen glikol tidak menyebabkan terjadinya stres. Ekstrak daun kumis kucing memiliki potensi dalam menekan indeks stres. |
| URI: | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/102510 |
| Appears in Collections: | UT - Anatomy, Phisiology and Pharmacology |
Files in This Item:
| File | Size | Format | |
|---|---|---|---|
| B20yam.pdf Restricted Access | 8.69 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.