Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/100265
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorSitorus, Santun R.P.-
dc.contributor.advisorPravitasari, Andrea Emma-
dc.contributor.authorLaturiuw, Nandia Berlita-
dc.date.accessioned2019-12-20T05:50:38Z-
dc.date.available2019-12-20T05:50:38Z-
dc.date.issued2019-
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/100265-
dc.description.abstractPenetapan Desa Tengah Kecamatan Cibinong sebagai ibukota Kabupaten Bogor mengakibatkan terkonsentrasinya kegiatan-kegiatan, meningkatkan pembangunan (fasilitas dan aksesibilitas) dan mendorong wilayah menjadi pusat pertumbuhan. Pembangunan fasilitas dan aksesibilitas harus dapat meningkatkan perkembangan wilayah dan kesejahteraan masyarakat. Pengembangan suatu wilayah dapat dilakukan dengan mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perkembangan wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan wilayah Kecamatan Cibinong, menganalisis faktor yang berpengaruh terhadap perkembangan wilayah, menganalisis keragaman spasial faktor yang mempengaruhi perkembangan wilayah, dan menentukan arahan pengembangan wilayah Kecamatan Cibinong. Tahapan pelaksanaan penelitian meliputi identifikasi hirarki wilayah berdasarkan ketersediaan fasilitas dan aksesibilitas, menentukan faktor lain yang mempengaruhi perkembangan wilayah, pemetaan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perkembangan wilayah secara spasial dan analisis pengembangan wilayah berdasarkan perkembangan wilayah dan keragaman spasial faktor yang mempengaruhi. Desa Tengah sebagai ibukota Kabupaten Bogor terus mengalami peningkatan perkembangan wilayah (hirarki). Pada tahun 2006 faktor yang berpengaruh nyata adalah jumlah fasilitas kesehatan, fasilitas ekonomi, fasilitas sosial, penduduk miskin, dan longsor. Tahun 2018 faktor yang berpengaruh nyata adalah fasilitas sosial, kesehatan, penduduk miskin, pemukiman kumuh, kepadatan penduduk dan jarak ke pusat kecamatan. Variabel fasilitas kesehatan, pendidikan, sosial dan kepadatan penduduk berpengaruh positif, sedangkan variabel pemukiman kumuh, penduduk miskin, longsor dan jarak ke kecamatan berpengaruh negatif terhadap perkembangan wilayah. Pengembangan wilayah di utamakan pada daerah berhirarki 2 yaitu Desa Ciriung, Nanggewer mekar dan Sukahati. Selanjutnya rencana pengembangan wilayah diutamakan pada faktor fasilitas kesehatan dan jarak ke pusat kecamatan yang memiliki pengaruh tinggi terhadap perkembangan wilayah.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcSoil Sciencesid
dc.subject.ddcRegional Planningid
dc.subject.ddc2016id
dc.subject.ddcBogor, Jawa Baratid
dc.titleAnalisis Perkembangan Wilayah, Faktor yang Mempengaruhinya dan Arahan Pengembangan Wilayah Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor.id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordFasilitasid
dc.subject.keywordperkembangan wilayahid
dc.subject.keywordpusat pertumbuhanid
Appears in Collections:UT - Soil Science and Land Resources

Files in This Item:
File SizeFormat 
A19nbl.pdf
  Restricted Access
18.2 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.