View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Biology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Biology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Respons Tanaman Padi (Oryza sativa L.) terhadap Berbagai Konsentrasi Besi pada Media Kultur Hara

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (26.70Mb)
      Date
      2019
      Author
      Nurdiyanti, Meilisa Dwi
      Miftahudin
      Chikmawati, Tatik
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Besi merupakan unsur hara mikro yang dibutuhkan tumbuhan dalam berbagai metabolisme karena berperan sebagai aktivator dan kofaktor beberapa enzim. Namun, kandungan besi yang terlalu tinggi dalam jaringan dapat menyebabkan keracunan dan menurunkan produktivitas tanaman. Penelitian ini bertujuan menjelaskan respons dari tiga kultivar tanaman padi terhadap cekaman defisien dan keracunan Fe pada media kultur hara serta menentukan korelasi antar peubah pada masing-masing konsentrasi Fe. Percobaan yang dilakukan merupakan rancangan acak lengkap faktorial dengan 2 faktor dan 5 ulangan. Faktor pertama adalah 3 kultivar padi (IR64, Inpara 2, dan Pokkali), sedangkan faktor kedua adalah konsentrasi Fe pada media Half Strength Yoshida Agar (0, 2, dan 400 ppm). Perlakuan cekaman besi dilakukan selama 10 hari dengan memberikan FeSO4.7H2O setelah tanaman berumur 14 hari. Parameter yang diamati meliputi karakter pertumbuhan, skor bronzing, pembentukan plak pada akar, kandungan Fe pada tanaman, dan anatomi akar. Ketiga kultivar cenderung mengalami penurunan karakter pertumbuhan pada cekaman defisien maupun keracunan. Kultivar IR64 merupakan kultivar yang paling toleran terhadap cekaman defisien Fe namun sensitif terhadap keracunan Fe dengan mekanismenya berupa eksklusi. Sebaliknya, kultivar Pokkali merupakan kultivar yang paling toleran terhadap cekaman keracunan Fe dengan mekanismenya berupa eksklusi-inklusi, namun kultivar ini sensitif terhadap defisiensi Fe. Kultivar Inpara 2 memiliki tingkat toleransi yang moderat untuk kedua jenis cekaman dan memiliki mekanisme toleransi inklusi terhadap cekaman keracunan Fe. Secara garis besar, korelasi antar peubah pada kondisi defisien memiliki pola yang sama dengan keadaan kontrol namun beberapa korelasi antar peubah pada kondisi keracunan memiliki pola yang berbeda dengan kontrol.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/99935
      Collections
      • UT - Biology [2400]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository