View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Biology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Biology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Kebiasaan Makan dan Sindrom Pramenstruasi di Institut Pertanian Bogor.

      Thumbnail
      View/Open
      Full Text (11.48Mb)
      Date
      2019
      Author
      Nazli, Ayu Putri
      Suryobroto, Bambang
      Widayati, Kanthi Arum
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Sindrom Pramenstruasi (PMS) adalah kelainan siklik yang umum terjadi pada wanita muda dan setengah baya, ditandai dengan gejala emosional dan fisik yang secara konsisten terjadi selama fase luteal dari siklus menstruasi. Gejala yang terjadi dapat berupa depresi, perubahan suasana hati, sakit perut, nyeri payudara, sakit kepala, dan kelelahan. Wanita dengan gejala PMS yang lebih parah diklasifikasikan sebagai memiliki kelainan disforia pramenstruasi (PMDD). Sindrom pramenstruasi berat atau PMDD diklasifikasikan sebagai masalah kesehatan mental. Tingkat keparahan sindrom pramenstruasi diperoleh dari Premenstrual Syndrome Screening Tool (PSST). Tujuan penelitian ini mencari hubungan antara kebiasaan makan dan tingkat keparahan sindrom pramenstruasi. Penelitian ini menggunakan metode penarikan makanan untuk merekam diet subjek. Subjek penelitian adalah 88 mahasiswi Institut Pertanian Bogor pada usiareproduksinya. Mayoritas subyek menderita PMS ringan. Panjang siklus menstruasi rata-rata pada subyek dengan PMS ringan, PMS sedang hingga berat dan PMDD berturut-turut adalah 30, 30 dan 28 hari. Mayoritas subjek dalam penelitian ini memiliki interval siklus menstruasi antara 21-45 hari, mengalami menarche pada usia 12-14 tahun dan memiliki BMI normal. Tidak ada korelasi kuat antara keparahan PMS dan variabel lain seperti BMI dan frekuensi konsumsi makanan (p> 0,05), tetapi koefisien korelasi menunjukkan bahwa ada korelasi negatif yang lemah (r = -0,2) antara keparahan PMS dan frekuensi konsumsi yang tidak diproses. atau makanan olahan minimal.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/99239
      Collections
      • UT - Biology [2401]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository