View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Agriculture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Agriculture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengembangan Indeks Keberlanjutan Lokal di Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (30.22Mb)
      Date
      2019
      Author
      Nurahmatulah, Arohman
      Pravitasari, Andrea Emma
      Sahara
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Pembangunan berkelanjutan jangka panjang memerlukan strategi pembangunan yang seimbang. Sebagai kota yang berpusat pada kegiatan ekonomi pertanian dan wisata atau yang disebut kota agrowisata, capaian pembangunan berkelanjutan di Kota Pagar Alam memiliki tantangan tersendiri. Meski dalam perencanaan pembangunan daerah di Kota Pagar Alam secara umum telah disinggung dimensi keberlanjutan, namun demikian capaian dari perencanaan tersebut belum terlihat nyata. Capaian pembangunan berkelanjutan di Kota Pagar Alam masih terkendala dengan berbagai persoalan pada dimensi ekonomi, dimensi sosial-kelembagaan, dan dimensi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung nilai indeks keberlanjutan lokal pada masing-masing dimensi di masing-masing kelurahan; mengidentifikasi pola distribusi spasial dari indeks keberlanjutan lokal untuk melihat kondisi keberlanjutan di Kota Pagar Alam; mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi indeks keberlanjutan lokal untuk masing-masing dimensi di Kota Pagar Alam; menyusun arahan dan rekomendasi pengembangan wilayah berdasarkan berdasarkan faktor yang memengaruhi indeks keberlanjutan lokal di Kota Pagar Alam. Data yang digunakan adalah PODES Tahun 2018 dan peta administrasi Kota Pagar Alam. Model analisis data menggunakan Factor Analysis (FA), Geographic Information System (GIS), dan Geographically Weighted Regression (GWR). Pada penelitian ini, kriteria dikembangkan berdasarkan 32 variabel (indikator) yang dibagi menjadi 3 dimensi: ekonomi, sosial-kelembagaan, dan lingkungan. Kriteria dikembangkan dengan menggunakan FA untuk memilih variabel atau indikator yang membentuk nilai indeks keberlanjutan lokal (IKL), yang selanjutnya dengan Model GWR menghasilkan penduga parameter yang bersifat lokal pada setiap lokasi pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) wilayah kelurahan yang memiliki nilai IKL tertinggi pada dimensi ekonomi adalah Kelurahan Sukorejo, Kelurahan Dempo Makmur dan Kelurahan Beringin Jaya. Pada dimensi sosial adalah Kelurahan Agung Lawangan, Kelurahan Reba Tinggi, Kelurahan Selibar. Pada dimensi lingkungan adalah Kelurahan Kance Diwe, Kelurahan Atung Bungsu dan Kelurahan Padang Temu; 2) Pola distribusi nilai IKL pada dimensi ekonomi adalah mengelompok. Pola distribusi nilai IKL pada dimensi sosial dan dimensi lingkungan adalah menyebar (acak); 3) Faktor yang berpengaruh terhadap nilai IKL ekonomi adalah variabel rumah tangga bekerja di sektor pertanian; variabel indeks infrastruktur lokal; variabel lahan terbangun atau perkotaan; dan variabel jumlah hotel, hostel, motel, dan penginapan. Faktor yang berpengaruh signifikan terhadap nilai IKL sosial adalah variabel institusi pendidikan formal, variabel institusi pendidikan informal, variabel jarak rata-rata ke fasilitas pendidikan formal, variabel tenaga medis, variabel masyarakat mengalami disabilitas, variabel tempat ibadah dan variabel organisasi non-profit. Faktor yang berpengaruh signifikan terhadap nilai IKL lingkungan adalah variabel lokasi permukiman di bantaran sungai, variabel luas tubuh air, variabel luas kebun, dan variabel luas sawah. Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan memiliki keragaman spasial yang cenderung homogen dan sebaran spasial yang hampir sama pada setiap lokasi; 4) Arahan dan rekomendasi pengembangan wilayah pada dimensi ekonomi diprioritaskan kepada peningkatan rumah tangga pertanian, pembangunan infrastruktur, lahan terbangun, dan hotel dibandingkan pembangunan pada variabel lainnya di dimensi ekonomi. Pada dimensi sosial diprioritaskan kepada pembangunan institusi pendidikan, tempat ibadah, penambahan tenaga medis dan penambahan organisasi non-profit, serta pemberdayaan masyarakat yang mengalami disabilitas. Pada dimensi lingkungan diprioritaskan kepada pengurangan lokasi permukiman di bantaran sungai, penambahan luas kebun, penambahan luas sawah, dan tubuh air.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/99229
      Collections
      • MT - Agriculture [4004]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository