View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Plant Protection
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Plant Protection
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Uji Patogenisitas dan Pengendalian Cendawan Terbawa Benih Bawang Merah (Allium cepa var. aggregatum).

      Thumbnail
      View/Open
      Full Text (11.85Mb)
      Date
      2019
      Author
      Rusviyanti, Intan
      Tondok, Efi Toding
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Bawang merah (Allium cepa var. aggregatum) adalah salah satu komoditas rempah-rempah unggulan Indonesia. Penggunaan benih botani dalam budidaya bawang merah yang disebut true shallot seed (TSS) saat ini sedang dikembangkan. Keuntungan TSS yaitu dapat meningkatkan produktivitas tanaman, tetapi TSS juga memiliki kelemahan, yaitu adanya cendawan terbawa benih bersifat patogenik. Hot water treatment, aplikasi PGPR, dan Trichoderma harzianum dilaporkan dapat mengurangi infeksi cendawan terbawa benih. Penelitian ini bertujuan mengetahui patogenisitas cendawan terbawa TSS pada skala rumah kaca dan pengaruh hot water treatment, aplikasi PGPR, dan T. harzianum untuk mengendalikannya. Ada empat varietas benih yang digunakan yaitu Bauji, Bima, Brebes, dan Tuk tuk. Penelitian ini dibagi menjadi dua bagian, uji patogenisitas cendawan dan perlakuan benih, berupa hot water treatment, aplikasi PGPR, dan T. harzianum, dilanjutkan dengan evaluasi keefektifan masing-masing perlakuan. Hasil percobaan menunjukkan bahwa Aspergillus terreus, Fusarium moniliforme, Fusarium semitectum, dan Penicillium sp. bersifat patogenik terhadap benih bawang merah dan mengurangi persentase perkecambahan benih pada semua varietas. Hot water treatment dengan suhu 47 °C selama 60 menit dengan perendaman awal pada 37 °C selama 10 menit dapat mengurangi tingkat infeksi cendawan terbawa benih, tetapi menurunkan perkecambahan benih. T. harzianum dengan kerapatan konidia 106 dapat menurunkan tingkat infeksi cendawan terbawa benih, tetapi menurunkan perkecambahan benih. Aplikasi PGPR dapat mengurangi tingkat infeksi cendawan terbawa benih dan meningkatkan perkecambahan benih pada semua varietas.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/98150
      Collections
      • UT - Plant Protection [2517]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository