Optimasi Pupuk Kalium untuk Fertigasi melalui Irigasi Tetes pada Budidaya Tanaman Cabai Rawit dengan Mulsa Polyethylene
View/ Open
Date
2019Author
Hamdani, Kiki Kusyaeri
Susila, Anas Dinurrohman
Purwono
Suketi, Ketty
Metadata
Show full item recordAbstract
Pemupukan berperan untuk memenuhi kebutuhan hara tanaman yang tidak
dapat disediakan secara optimal oleh tanah. Fertigasi merupakan proses pemberian
pupuk bersamaan dengan air pada zona perakaran tanaman. Fertigasi melalui irigasi
tetes dapat mengatasi kesulitan saat aplikasi pupuk dan irigasi pada penggunaan
mulsa polyethylene. Beberapa keuntungan fertigasi lainnya yaitu distribusi pupuk
seragam, menyediakan hara secara langsung ke dalam zona perakaran dalam bentuk
tersedia, mencegah kehilangan hara akibat pencucian, efisiensi penggunaan pupuk
dan air lebih tinggi, serta menghemat waktu dan tenaga kerja. Kalium (K)
merupakan salah satu hara makro penting yang mempengaruhi pertumbuhan dan
perkembangan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh sumber dan
dosis optimum pupuk K melalui fertigasi dengan irigasi tetes pada budidaya
tanaman cabai rawit menggunakan mulsa polyethylene.
Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Agustus 2018 di Kebun
Percobaan Tajur II, Pusat Kajian Hortikultura Tropika, IPB, dengan letak koordinat
60 37’ 21.81” Lintang Selatan dan 1060 44, 57.08” Bujur Timur, ketinggian tempat
250 m di atas permukaan laut, dan jenis tanah Latosol. Penelitian menggunakan
Rancangan Split Plot pada rancangan lingkungan Rancangan Acak Kelompok
(RAK). Petak utama adalah perlakuan sumber pupuk K (KCl, ZK, NPK) dan anak
petak adalah dosis pupuk K (0, 68, 136, 204, 272 kg K2O ha-1). Pupuk dasar yang
terdiri dari 100% dosis pupuk TSP, 40% Urea, dan 40% pupuk K (KCl, ZK, NPK)
diberikan saat preplant (1 minggu sebelum tanam) sebelum pemasangan mulsa
polyethylene. Pemupukan susulan yang terdiri dari 60% Urea dan 60% pupuk K
(KCl, ZK, NPK) diberikan melalui fertigasi dengan irigasi tetes sebanyak 10 kali
mulai umur 1 sampai 10 MST dengan interval 1 minggu sekali sehingga dosisnya
pada setiap kali perlakuan sebanyak 6%. Pupuk kandang sapi sebanyak 10 ton ha-1
diberikan 3 minggu sebelum tanam.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dosis optimum pupuk K terbaik yaitu
101.11 kg K2O ha-1 untuk bobot buah per hektare dengan hasil maksimum 12.26
ton ha-1. Sumber pupuk NPK dan KCl menghasilkan bobot buah per tanaman, bobot
buah per petak, dan bobot buah per hektare lebih tinggi dibandingkan ZK.
Collections
- MT - Agriculture [4005]
