Strategi Pengembangan Bisnis PT Ternaknesia Farm Innovation (Studi Kasus Divisi Ternakinvest).
Abstract
157 perusahaan fintech dalam proses pendaftaran perusahaan oleh OJK dan
lebih dari 600 perusahaan fintech belum terdaftar (OJK 2017). Melihat semakin
ketatnya persaingan dalam industry fintech, maka diperlukan strategi
pengembangan bisnis yang tepat untuk dapat terus tumbuh dan bersaing di dalam
industri fintech. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui faktor-faktor internal dan
eksternal yang mempengaruhi pengembangan bisnis, merumuskan alternatif
strategi dan menentukan prioritas. Metode yang digunakan yaitu matriks IFE, EFE,
I-E, SWOT, QSPM. Matriks IFE dan EFE menunjukkan faktor internal dan
eksternal perusahaan berada pada kondisi rata-rata. Matriks I-E menunjukkan posisi
perusahaan di kuadran lima. Formulasi strategi menggunakan matriks SWOT
menghasilkan 6 alternatif strategi. Strategi prioritas yang dihasilkan oleh matriks
QSP ialah merekrut tim inti yang expert dengan track record sangat bagus di bidang
IT sekaligus menjabat sebagai ketua komunitas dari pekerjaan tersebut.
Collections
- UT - Agribusiness [4776]
