View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Human Ecology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Human Ecology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Strategi Pengorganisasian Aksi Pengembangan Masyarakat dalam Inovasi Pertanian

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (80.07Mb)
      Date
      2019
      Author
      Sujimin
      Kolopaking, Lala M
      Sjaf, Sofyan
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Inisiasi peningkatan produktivitas pertanian dan meningkatkan kesejahteraan warga petani yang hidup sebagai warga di pedesaan menjadi penting, karena pertanian berkait dengan desa. Wajah muram pertanian hampir menyerupai wajah kehidupan desa, khususnya dalam penyediaan pangan. Hampir 4 tahun pelaksanaan desa membangun melalui penerapan UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa belum menunjukkan perkembangan desa yang diharapkan. Perkembangan ekonomi secara global bahkan, gejala ekonomi dan kesejahteraan desa cenderung menurun (Kompas, 11 September 2018). Indonesia yang terkenal sebagai negara agraris, sekarang juga sudah banyak mengimpor produk pertanian. Sebagai misal, beras yang merupakan komoditas utama pertanian Indonesia, sudah beberapa tahun ke belakang selalu diimpor dari negara luar. Dari data BPS, tahun 2015 setidaknya Indonesia mengimpor 1,5 juta ton beras. Jumlah penduduk miskin di Indonesia sebanyak 26,58 juta jiwa atau 10,12% dari 262 juta jiwa penduduk. Penduduk miskin yang tinggal di wilayah pedesaan tercatat 16,3 juta orang (61,3%) dari penduduk miskin. Desa berpeluang mengajak masyarakat dan berbagai pihak yang lebih luas untuk menginisiasi program pembangunan. Tantangannya kemudian, desa perlu produktif. Dalam konteks pangan misalnya, desa perlu cerdas menyikapi terus menyusutnya lahan pertanian yang diikuti pengurangan jumlah rumah tangga petani. Sensus Pertanian Tahun 2013, diperlihatkan jumlah rumah tangga (RT) usaha pertanian di Indonesia mengalami penurunan 5,04 juta kepala keluarga dalam kurun waktu 10 tahun. Tercatat saat ini rumah tangga petani ada 26,13 juta rumah tangga. Gejala ini membawa pemikiran, bahwa ke depan petani dan warga desa perlu meningkatkan produktivitas lahan-lahan pertanian, khususnya pangan. Penelitian ini berupaya menganalisis upaya yang dilakukan oleh Yayasan Mutiara Keraton Solo (YMKS) sebagai sebuah organisasi berbentuk yayasan dan dikenal sebagai fasilitor petani dalam mendorong peningkatan produktivitas pertanian. Persoalannya kemudian adalah sejauh mana dan pada tingkatan pengelolaan seperti apa yang selama ini telah dijalankan oleh YMKS?. Kemudian, bagaimana strategi aksi peningkatan produktivitas pertanian yang perlu dilakukan ke depan?. Berdasarkan, permasalahannya tersebut, kajian ini bertujuan pertama adalah melacak kembali perjalanan YMKS dalam beragam aktivitas sosial dan bisnis yang telah dijalankannya. Kedua, berupaya untuk melakukan evaluasi kegiatan dari YMKS dalam upaya pengembangan inovasi pertanian untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Tujuan ketiga adalah merumuskan strategi yang diharapkan dapat diterapkan YMKS melakukan aksi peningkatan produktivitas pertanian yang dengan mengutamakan pendekatan pengembangan masyarakat pada masa datang. Kajian lapangan ini dilakukan di dua desa, yaitu Desa Sukamantri, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor dan Desa Sambirejo, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen. Waktu penelitian dilakukan pada periode bulan Maret – Oktober 2018. Pilihan lokasi ini sengaja dipilih karena dua desa tersebut adalah desa yang menjadi kegiatan aksi yang dikembangkan oleh YMKS. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif yang didukung dengan data kuantitatif. Pertimbangan penggunaan metodologi ini adalah agar peneliti mampu merefleksikan berbagai fakta yang didapatkan dan mampu melihat sedekat mungkin sasaran penelitian dalam kondisinya yang paling empirik sehingga bisa mendapatkan hasil penelitian yang komprehensif. Pengumpulan data diawali dengan kajian pustaka untuk memberi batasan tentang konsep pengembangan masyarakat dan inovasi pertanian. Hasilnya, dibuat kerangka pemikiran untuk melakukan evaluasi tentang YMKS. Berbagai dokumen tentang YMKS juga dikumpulkan untuk dikaji. Kemudian, dilakukan pengumpulan data melalui kegiatan mewawancarai 60 responden petani peserta kegiatan aksi YMKS dengan kuesioner evaluasi terstruktur. Responden dipilih melalui teknik accident sampling. Selain itu, dilakukan juga wawancara mendalam kepada 16 informan, yang dipilih menggunakan teknik bola salju (snowball) dan dilibatkan dalam Focus Group Discussion untuk menyusun strategi aksi YMKS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Periode YMKS tidak dapat dipisahkan dari perjalanan hidup aktor. Dari sejarah perjalanan hidup aktor inilah kemudian didapatkan 3 tapak perjalanan yaitu masa Pembelajaran, Pengorganisasian dan Perluasan. Perjalanan panjang ini melahirkan Etos YMKS yang dijadikan nilai dasar dalam setiap aktivitasnya yaitu: sosial; ekonomi; dan religi. Perkembangan YMKS sebagai organisasi berada dalam Kategori Maju. Meskipun demikian, dari analisis efektifitas organisasi diketahui YMKS sebagai organisasi pengembangan lembaga bisnis sosial cenderung terancam tidak berkelanjutan. Kekuatan visi-misi-tujuan organisasi belum didukung oleh perencanaan dan pengembangan jejaring kerjasama dengan berbagai pihak yang baik. Artinya, tanpa ada perubahan strategi, maka cita-cita menjadikan YMKS sebagai pengorganisasi didukung oleh penguatan etos kerja dan bersandar pada nilai-nilai keagamaan tidak dapat diwujudkan secara optimal. Analisis Internal-Eksternal dalam Kajian SWOT ditunjukkan, bahwa posisi YMKS pada saat ini berada pada kategori organisasi yang memerlukan Perubahan Strategi. Ada lima strategi dan empat program aksi yang perlu dikembangkan YMKS agar menjadi organisasi yang kuat dalam mengelola lembaga bisnis sosial perlu dikuatkan dengan aksi pengembangan masyarakat. Muatan dasar dari strategistrategi dan aksi-aksi tersebut pun perlu dilandasi oleh kesadaran tentang pentingnya peningkatan jumlah dan mutu SDM yang dilakukan bersamaan dengan melahirkan kader petani muda sebagai inovator pertanian. Selain itu, juga memuat dasar pemikiran pada keperluan penguatan jejaring kerjasama dengan Skema “Bekerja Bersama” untuk menguatkan Bisnis Komunitas sebagai faktor pendorong kegiatan pengembangan masyarakat.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/97157
      Collections
      • MT - Human Ecology [2410]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository